Dewan Kecewa Puskesmas Langgar Komitmen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dewan Kecewa Puskesmas Langgar Komitmen

FAJAR. CO.ID, BULUKUMBA – Banyaknya kebijakan yang dilakukan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Bulukumba, membuat pihak legislator setempat kecewa. Bahkan, pihak puskesmas dituding melanggar komitmen yang telah dibangun bersama anggota dewan mewajibkan melayani semua pasien. Puskesmas tak berhak menolak meski belum memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang menjdi persyaratan.

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba Fahidin mengatakan, pihaknya sudah meminta Puskesmas dan rumah sakit (RS) agar tetap melayani pasien, tidak berhak menolak hanya tidak memiliki kartu BPJS. Sebab, sudah ada perjanjian jauh sebelumnya, semua wajib dilayani, baik yang memiliki kartu maupun tidak, sambil menunggu proses integrasi ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Puskesmas harus mematuhi dengan baik. “Kami tidak mau ada lagi penolakan. Semua harus dilayani, apapun alasannya,” tegasnya kepada FAJAR, Rabu 7 Oktober.

Pegawai kesehatan harus menjalankan fungsi dan kewenanganya dengan baik. Menurutnya, tidak boleh membuat pelayanan menjadi buntu, apalagi mengabaikan, karena masalah biasa yakni, belum ada kartu BPJS. Kalau ada maka wajib melaporkan. Selain itu, bupati harus melakukan evaluasi terhadap kepala Puskesmas yang bersangkutan, karena dianggap sudah merugikan bagi warga kalangan bawah, jika memungkinkan diberikan sanksi biar menjadi pelajaran Puskesmas lain. “Ini kewenangan bupati. Tapi, kami harap dievaluasi, jika memang terulang kembali,” jelasnya.

Fahidin mengaku, pihaknya sudah memberikan solusi bagi puskesmas dan rumah sakit, bagi pasien yang belum memiliki kartu BPJS, maka wajib memberikan uang jaminan. Jaminan ini berlaku salam tiga hari sesuai waktu pengurusan kartunya, bukan menolak. Jika sudah lengkap maka berhak mengembalikan. “Silakan kasih masuk jaminan. Karena kan memang ini menjadi kesepakatan kita bersama, sambil menunggu proses berkasnya. Yang salah, kalau menolak melayani. Ini tidak benar, bupati harus mengevaluasi,” ujar legislator asal Partai PKB Bulukumba ini.

Sebelumnya, Puskesmas Ponre, Kecamatan Gantarang menolak melayani pasien bernama Badariah, warga Desa Bialo. Dia dipulangkan karena tak memiliki kartu BPJS. Rencananya, datang ingin mengecek darahnya. Datang bersama anaknya, Supriadi. Bukan mendapat pelayanan yang baik, melainkan mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari Puskesmas, karena langsung diusir pulang. Anehnya, perawat tidak memberikan penjelasan terhadap warga Bialo ini. “Iya, kami disuruh pulang. Katanya, tidak ada kartu. Bisa melakukan pemeriksaan. Tapi harus harus membayar lagi,” ujar Supriadi. (taq/wik)

Click to comment
To Top