Gabah Berkurang, Penggilingan di Temanggung Tak Beroperasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Gabah Berkurang, Penggilingan di Temanggung Tak Beroperasi

TEMANGGUNG, RAJA – Akibat sulitnya mendapatkan gabah, sejumlah usah penggilingan di Kabupaten Temanggung saat ini terpaksa tidak beroperasi. Kondisi dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan sehingga produksi gabah menurun.

Salah seorang pengelola pengusaha penggilingan padi, Nini Nur Hidayati (26), yang membangun penggilingan padi di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Temanggung, mengaku, usaha penggilingan padinya sudah sebulan terakhir tidak bisa beroperasi. Penyebabnya, ia sama sekali tidak memperoleh pasokan gabah.
“Saya biasanya dapat gabah dari Temanggung dan Magelang namun sudah hampir sebulan kosong. Padahal sebelumnya bisa mendapatkan dua ton gabah per hari,’’ katanya di Temanggung Selasa (7/10) kemarin.
Selain susah didapat, belakangan harga gabah juga mengalami kenaikan, yakni dari semula Rp 5.000 per kg gabah kering panen (GKP), saat ini di kisaran Rp 5.500 per kg GKP. Jika dipaksakan membeli gabah dengan harga Rp5.500 per kg, sambung Nini, dirinya tidak memperoleh laba. Malah dalam sebulan terakhir ia mengalami kerugian hingga Rp5 juta per hari. Jumlah itu setara dengan 50 persen modal yang dikeluarkan.
“Padahal untuk menaikan harga beras juga tidak bisa seenaknya. Rata-rata konsumen sudah tahu harga beras saat ini dijual di kisaran Rp 10.000-11.000 per kg. Jika menggiling gabah seharga Rp5.500 per kg, maka tidak bisa menutup modal yang dikeluarkan,” ujar Nini.
Kondisi yang sama dialami Maryoto (62), seorang pengelola penggilingan padi di daerah Tegaltemu, Kecamatan Temanggung. Sudah dua minggu ia tidak bisa mendapatkan pasokan gabah, sehingga penggilingan padinya tidak bisa beroperasi. Biasanya ia menggiling sebanyak dua sampai tiga ton gabah per hari yang ia dapat dari sekitar Temanggung dan Magelang.
“Karena tidak dapat gabah, saya menggunakan tempat usaha penggilingan padi untuk menyimpan daun tembakau yang baru dipetik,” ujar Maryoto. (din)

loading...
Click to comment
To Top