Kemarau, Seribu Hektar Sawah Dibiarkan Bero – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kemarau, Seribu Hektar Sawah Dibiarkan Bero

TEMANGGUNG – Selama musim tanam kedua, periode April-Oktober ini, seluas lebih dari 1100 hektar areal persawahan di wilayah Kabupaten Temanggung, dibiarkan bero atau tidak ditanami karena kekeringan.

“Sebagian besar memang tidak bisa ditanami karena merupakan areal tadah hujan, sehingga saat kemarau memang tidak bisa ditanami,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan, Harnani Imtikhandari, Selasa (6/10).
Ia menuturkan, areal sawah tadah hujan tersebut tersebar di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kandangan, Gemawang, Kaloran, dan sebagian kecil di Kecamatan Bejen. Petani di empat kecamatan tersebut memang selalu menjadi langganan kekeringan bila musim kerong tiba.
“Kami sangat berharap agar pembangunan irigasi Progo Pristan bisa cepat selasai, sehingga ada lebih dari 1000 hektar sawah yang bisa diari bila musim kering tiba,” katanya.
Terkait dampak musim kering yang sangat panjang, Harnani menegaskan secara produktivitas tidak akan berpengaruh besar, namun hanya musim tanam kedua akan menjadi mundur, bila biasanya bulan Desember sudah bisa panen. Akibat musim kering tahun ini panen diperkirakan baru akan terjadi bulan Januari mendatang.
“Secara asumsi, total luasan panen padi di wilayah kita mencapai 28,137 hektar, bila satu kektar bisa menghasilkan 6,431 ton per hektar, maka dari luasan tersebut bisa dihasilkan gabah kering giling sebanyak 180.949,047 ton atau setara dengan 112.188,409 ton beras,” terangnya.
Dia menambahkan, produksi beras tersebut tersebut masih sangat surplus bila dibandingan dengan kebutuhan beras untuk masyarakat Kabupaten Temanggung yang hanya 84.345,522 ton per tahun.
“Andaikata seluruh hasil panen beras Kabupaten Temanggung hanya digunakan untuk konsumsi penduduk Temanggung saja maka akan terjadi surplus beras sebanyak 27.824,887, namun kita kan tidak memastikan apakah seluruh panen tersebut hanya untuk Kabupaten Temanggung, bisa saja di jual luar kabupaten,” pungkasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top