Proyek APO Bedono Belum Atasi Abrasi, Berharap Jokowi Turun Tangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Proyek APO Bedono Belum Atasi Abrasi, Berharap Jokowi Turun Tangan

DEMAK – Proyek pembangunan alat pemecah ombak (APO) di wilayah Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang bertujuan untuk menanggulangi abrasi justru dianggap Pemerintah Desa Sriwulan menimbulkan masalah baru bagi wilayah dan warganya.

Pembangunan APO yang seharusnya melindungi lahan yang terkena abrasi hingga memunculkan akresi (tanah timbul) sampai saat ini
belum nampak sama sekali. Di sisi lain justru malah merusak tanaman mangrove dan membuat gerusan baru untuk aliran deras air pasang
yang berimbas ke desa lain yakni Desa Sriwulan.
“Dengan adanya Alat Pemecah Ombak (APO) di Desa Bedono, desa kami semakin hari semakin parah, karena air rob sudah menepi ke
jalan raya,” kata Pj Kepala Desa Sriwulan Zamroni, SE.
Dikatakan Zamroni bahwa hampir dua tahun ini berjalan setelah proyek berdana milyaran itu dibangun, belum ada dampak positif untuk
menanggulangi abrasi berkepanjangan.
Atas kondisi tersebut, pihak Pemerintah Desa Sriwulan meminta kepada Pemerintah Pusat khususnya Presiden Jokowi untuk segera
memperhatikan kondisi yang terjadi di Desa Pesisir bagian utara Kecamatan Sayung yang terkena abrasi berkepanjangan dengan
membuatkan sabuk pantai seperti Pemerintah Jepang yang hadir untuk warga negaranya dengan membuat sabuk pantai setinggi 13 meter.
“Kami mengharapkan sekali, Pak Jokowi agar segera mengatasi abrasi di wilayah Desa Sriwulan dan sekitarnya dengan membuatkan
sabuk pantai, dan kami ingin Pemerintah bisa hadir untuk rakyatnya, seperti Pemerintah Jepang yang melindungi warganya dari tsunami
dengan membuat sabuk pantai setinggi 13 meter,” pintanya.
Zamroni juga menambahkan untuk abrasi di Demak khususnya di Sayung sangat luar biasa dan memperihatinkan, setidaknya bencana
tersebut telah menelan daratan pantai sepanjang 1,7 km. Selain itu hingga berdampak lahan tambak serta lahan pertanian Desa Sriwulan
kini hancur. Ekonomi melemah dan banyak rumah yang ditinggal penghuninya, hal itu juga memaksa pemerintah setempat merelokasi
rumah milik warga Dukuh Senik Rejosari dan Dukuh Tambaksari Desa Bedono ke Desa Gemulak dan Desa Purwosari.
“Jadi pemerintah pusat harus mengkaji kembali dan mencari solusi konkret, agar desa kami tidak mendapatkan imbas buruk untuk setiap
harinya air rob makin parah melalap daerah Sriwulan,” tandasnya. (fiz)

Click to comment
To Top