TPA Barus Disegel Warga, Sampah Dialihkan ke Candisari Demak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

TPA Barus Disegel Warga, Sampah Dialihkan ke Candisari Demak

DEMAK – Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan PJU (Penerangan Jalan Umum) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memutuskan untuk sementara waktu menutup TPA di Dukuh Barus, Kalikondang, Demak. Sampah kini dibuang di TPA Candisari, Mranggen, Demak, untuk sementara.

Kabid Kebersihan, Pertamanan, dan PJU Kabupaten Demak Masruh mengatakan bahwa TPA di Dukuh Barus sementara ini hanya dibuka untuk arus keluar masuk kendaraan proyek pembangunan IPLT (Instansi Pengolah Limbah Tinja) yang berada di lokasi TPA. Sementara itu, sampah-sampah yang akan masuk ke TPA Barus dialihkan ke TPA Candisari, Mranggen, Demak.
Sebelumnya, warga Dukuh Barus menyegel secara paksa Kantor TPA Barus, Senin (5/10). Penyegelan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya ketidaknyamanan para warga dengan adanya TPA. Selain itu, beberapa warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit Leptoporosis. Setelah dilakukan mediasi antara perwakilan warga dengan dinas terkait diputuskan bahwa segel tersebut dibuka pada Kamis (8/10). Namun, hanya kendaraan proyek saja yang diperbolehkan untuk masuk.
“Untuk penyakit tersebut, kami belum bisa memastikan apakah itu disebabkan karena keberadaan TPA ini ataukah karena faktor lain. Kan itu bisa jadi dari keturunan, bawaan, ataupun karena faktor lingkungan yang kurang bersih,” jelas Masruh di Kantor TPA Barus, Kamis (8/10).
“Untuk saat ini ya kami alihkan dulu pembuangan sampahnya. Sebab, memenuhi tuntutan itu kan bertahap karena masih terkendala biaya dan juga waktu.”
Masruh menjelaskan, keberadaan TPA di Dukuh Barus itu sudah ada sejak 23 tahun yang lalu. Dikatakannya pula bahwa dulu permukiman penduduk belum sepadat sekarang. Jadi, sebetulnya pemilihan lokasi TPA pun sudah dipilih yang dulunya jauh dari permukiman. Semakin padat penduduk, dikatakannya bahwa tiap hari sampah bisa masuk sampai dengan 190-200 meter kubik. Sampah-sampah tersebut berasal dari sembilan kecamatan di Kabupaten Demak.
“Dari Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur, dan Kebonagung, itu masuk ke itu masuk ke TPA Candisari, Mranggen. Sisanya (sembilan kecamatan, red) masuk ke TPA Barus,” terangnya. Saat ini, pihaknya pun sedang berupaya untuk melakukan pembebasan lahan guna memperluas area TPA Barus. “Kalau saat ini luasnya 2,5 hektar,” paparnya.
Nasiman, warga Dukuh Barus, Kalikondang, Demak mengakui bahwa dirinya terganggu dengan keberadaan TPA tersebut. Warga yang berusia lebih dari 70 tahun itu mengatakan bahwa dirinya terganggu dengan bau dari tumpukan sampah-sampah. Selain itu, dia juga takut jika terjangkit penyakit yang bisa menyebabkan meninggal dunia. (sof)

loading...
Click to comment
To Top