Berkas Kasus Hanggar Segera Dilimpahkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Berkas Kasus Hanggar Segera Dilimpahkan

MAROS, FAJAR.CO.ID — Penyidik Polres Maros menjadwalkan, pekan depan melimpahkan berkas kedua tersangka kasus robohnya konstruksi proyek hanggar Kalibrasi, Bandara Hasanuddin Makassar,  ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros yang kedua kalinya.

Pasalnya, beberapa pekan lalu, Kejaksaan mengembalikan berkas tersangka, lantaran berkasnya dinilai belum cukup untuk dilakukan penuntutan di Pengadilan Negeri Maros.

Kasat reskrim Polres Maros, AKP Yusrizal mengatakan, untuk sementara pihaknya masih bekerja untuk melengkapi petunjuk dari Jaksa. Jika sudah lengkap, kemungkinan besar pekan depan dilimpahkan kembali ke Jaksa.‎

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan   saksi tambahan. Itu sesuai petunjuk jaksa. Jika sudah lengkap, segera kami limpahkan lagi untuk penuntutan,” katanya, Jumat 9 Oktober.

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan dua orang tersangka karena dinilai lalai dalam mengerjakan proyek tersebut. Kedua tersangka itu yakni Direktur Lapangan PT Nurjaya Nusantara, Lukas Langke dan  Tiku Kombong selaku Projec Manager PT Nurjaya, selaku pelaksana.

Penanganan kasus kelalaian tersebut berlarut- larut di Polres Maros, lantaran penyidik terkendala pada keterangan saksi ahli teknik. “Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi, dan beberapa berkas pendukung kami miliki, makanya kami tetapkan kedua orang itu sebagai tersangka,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi ahli, robohnya hanggar itu karena adanya unsur kelalaian. Keterangan tersebut baru diterima Polres pada Juli 2015 lalu.

Meski sudah menetapkan dua orang tersangka, namun Polres masih membidik calon tersangka lain.  Untuk sementara, berdasarkan keterangan saksi ahli, hanya ada dua orang yang bisa ditetapkan tersangka, karena lalai.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 359 subsider Jo 360 junto pasal 55 ayat 1 ke subsider pasal 56 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal  5 tahun penjara. (ris)

loading...
Click to comment
To Top