Hindari Nepotisme, Keluarga Idris Tak Punya Proyek di Barru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Hindari Nepotisme, Keluarga Idris Tak Punya Proyek di Barru

FAJAR.CO..ID, BARRU – Sikap yang patut ditiru ditunjukkan Andi Idris Syukur. Selama menjadi Bupati Barru 2010-2015, suami Andi Citta Mariogi itu tidak melibatkan keluarganya menangani berbagai proyek pemerintahan dan swasta di wilayah kekuasaannya.

Prinsip itu dipegang betul Andi Idris Syukur. Di lima tahun kepemimpinannya di periode pertama, kandidat bupati nomor urut 3 itu, sama sekali tidak memberi ruang bagi putra-putrinya untuk ikut menangani proyek atau mencampuri urusan pemerintahan.

Itu sebabnya, selama pasangan Suardi Saleh di Pilkada 2015 menjadi bupati, tiga anaknya tak satu pun menjadi kontraktor atau ikut-ikutan menangani proyek, meski jabatan yang diembannya bisa saja dimanfaatkan untuk menunjuk keluarganya terlibat di proyek pemerintahan.

Seakan tahu betul harus membedakan urusan keluarga dan pemerintahan, Idris sejak dulu tak ingin melibatkan istri dan ketiga anaknya mencampuri tugas-tugasnya, apalagi sampai memberikan proyek yang di tender pemerintah kabupaten.

Putri sulung Idris Syukur, Andi Cora Dita mengakui, selain dilarang bapaknya terlibat di proyek di Barru, ia beserta kedua adiknya, Andi Mirza Riogi dan Andi Ghiyats, memang berusaha tidak ingin memanfaatkan jabatan yang disandang orang tuanya untuk kepentingan pribadi.

“Baik saya maupun adik-adik saya, tidak satupun menangani proyek di Barru selama bapak (Idris Syukur, red.) menjadi bupati. Memang kami hindari itu, dan kami juga tidak mau memanfaatkan jabatan bapak untuk ikut mencari-cari proyek,” tutur Cora Dita yang tak lain jebolan magister di salah satu universitas ternama di Inggris itu, Jumat (9/10).

Dita menyebutkan, sejak dulu, kedua orang tuanya selalu mengingatkan agar selalu menjaga nama baik keluarga. Seperti tidak mencampuri urusan pemerintahan, serta tidak sombong dengan masyarakat atau lingkungan sekitar. Sebab pada hakekatnya, semua orang sama di mata Sang Khalik.

Dita yang sarjana strata satunya didapatkan di perguruan tinggi di Australia mengungkapkan, kedua orang tuanya selalu mengarahkan untuk menempuh pendidikan atau menuntut ilmu. “Itu yang selalu diarahkan ke kami anak-anaknya, agar mengutamakan pendidikan,” paparnya.

Lalu, bagaimana pandangannya terhadap bapaknya yang belum lama ini dinobatkan sebagai tokoh pelopor pembangunan investasi itu? Menurut Dita, bapaknya juga demokratis dan tidak memaksakan kehendak kepada anak-anaknya.

“Beliau adalah ayah yang penyayang, disiplin, penuh perhatian, dan pekerja keras. Begitu juga selalu menanamkan rasa tanggung jawab. Itu yang kami rasakan sebagai anaknya,” tambah Dita yang dikenal tidak sombong itu.

Sekadar diketahui, perhatian Idris terhadap pendidikan anaknya memang terbukti. Selain Dita yang kini sudah menyandang gelar magister di Inggris itu, Andi Mirza Riogi juga pernah mengenyam pendidikan di salah satu universitas di Australia. Sementara putra bungsunya, Andi Ghiyats kini mendaftar di IPDN.

Ketiga anak Idris itu, selama ini dikenal tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Tak mengherankan, kedekatan tersebut membuat Andi Riogi sukses mendapat dukungan masyarakat Barru saat mencalonkan diri sebagai legislatif provinsi di Pemilu 2014.

Selain ketiga anaknya, istri Idris, Andi Citta Mariogi, juga adalah sosok perempuan yang sederhana dan merakyat. Tidak mengherankan, saat menjadi Ketua PKK Barru, maupun saat ini sebagai ketua dewan pembina majelis taklim, dan ketua Forum Kajian Cinta Al-Qur’an (FKCA), intens turun ke lapangan bersilaturahmi dan menyemangati rakyat.

Tidak seperti kebanyakan istri pejabat, Andi Citta selalu dekat dengan masyarakat, dan tak gengsi makan di warung pinggiran. Hampir setiap saat, turun membentuk dan menghadiri kegiatan-kegiatan majelis taklim, maupun peduli terhadap pendidikan usia dini. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top