Suami Kerja Banting Tulang, Istri Malah ‘Dibanting’ Tetangga Kos-Kosan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Suami Kerja Banting Tulang, Istri Malah ‘Dibanting’ Tetangga Kos-Kosan

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Mencari nafkah dengan menjaga warung angkringan di malam hari cukup berat. Selain harus menahan kantuk, Donwori (nama samaran), 42, sering kehilangan waktu bermesraan bersama istrinya, Sephia (juga nama samaran), 36. Tapi beda bagi Sephia. Karena lebih sering dianggurin, dia pun akhirnya menjalin hubungan terlarang dengan tetangganya, Donjuan.

Ya, Sephia termasuk istri yang supernekat. Dia berani berselingkuh saat suaminya suaminya bekerja menjaga angkringan di kawasan Kenjeran, Surabaya.  Tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Donwori pun akhirnya memergoki apa yang dilakukan istrinya. Sephia pun tak berkutik. Dia pun harus menerima talak cerai dari suaminya itu dua bulan lalu.

”Sudah risiko saya. Mau gimana lagi?” ungkap Sephia di depan ruang mediasi Pengadilan Agama Surabaya, kemarin (8/10).

Dengan wajah penuh penyesalan, dia menggendong putra keduanya yang masih berumur dua tahun. Putranya itu terlihat lemah. ”Badannya lagi panas. Kasihan dia,” ungkapnya sambil mengelus kepala anaknya. Donwori yang menemani tepat di sampingnya hanya diam. Tak beberapa lama, Donwori pergi ke musala.

Sephia menyatakan hanya bisa menyesali perbuatannya. Ketika sang suami kerja keras membanting tulang demi memenuhi ekonomi keluarga, dia malah rela ”dibanting” tetangganya dan bergumul di ranjang rumah kosnya di kawasan Kenjeran.

Menurut Sephia, hal itu dilakukan­ nya bukan tanpa alasan. Sebagai penjaga warung angkringan, Donwori bekerja mulai pukul 17.00 hingga 03.00.  ”Saya sering ditinggal sendirian di rumah. Lagi ’pengin’, suami ndak ada di rumah. Pulang kerja, dia sudah kecapekan, lantas tidur. Saya dibiarkan menganggur,” tuturnya.

[NEXT-FAJAR]

Karena selalu kesepian, Sephia pun melampiaskan hasrat bercintanya dengan Donjuan, tetangga kos. Awal melakukan hubungan terlarang itu, dia sangat ketakutan. Lambat laun, dia malah merasa keenakan. ”Enak, Mbak. Sensasinya itu, lho,” tandasnya.

Sephia juga sering diajak Donjuan berduaan di sekitar jembatan Suramadu. Meksi begitu, kata Sephia, dinginnnya angin sepoi­-sepoi pesisir pantai ternyata tidak ada apa­-apanya jika dibandingkan dengan dinginnya dinding kamar kos-­kosan.

Kegiatan itu dilakukannya hampir dua tahun. Tapi, ibarat pepatah ”bau bangkai pasti akan tercium juga”. Hubungan antara Sephia dan Donjuan diketahui Donwori. ”Ketika ciuman sama pelanggan di dekat Suramadu, suami ternyata sudah ada di belakang. Saya cuma bisa nangis karena suami marah dan menggelan­dang saya pulang,” papar Sephia.

Dia makin menyesal dan merasa bersalah karena ternyata Donwori juga meng­ancam akan melaporkannya ke polisi. ”Saya sudah diancam­ancam mau dimasukkan penjara. Makanya, saya ingin cepat pisah dan pulang ke Jombang,” pungkasnya.(umi/c1/jay)

loading...
Click to comment
To Top