Bawa Sabu-Sabu, Bocah 14 Tahun Diringkus Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Bawa Sabu-Sabu, Bocah 14 Tahun Diringkus Polisi

FAJAR.CO.ID, KETAPANG – EPP, bocah usia 14 tahun, kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 48,52 gram dan lima butir ekstasi. Dua jenis narkoba itu disimpan EPP di dalam tasnya. Si bocah pun diringkus polisi.

Kronologis penangkapan, saat itu pihak kepolisian mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba dari Kota Pontianak menuju Ketapang melalui jalur speedboat. Anggota Polsek Simpang Hilir langsung standby di pelabuhan tempat kedatangan speedboat.

Hampir saja polisi kehilangan buruannya, jika saja anak kecil berjaket merah yang turun dari speedboat langsung meninggalkan pelabuhan.

“Tapi beruntung, anak itu tidak langsung pergi. Dia masih menunggu jemputan. Sekitar setengah jam menunggu jemputan, tidak ada juga yang menjemput. Akhirnya anggota mendatanginya dan menanyakan kepada anak itu, mau kemana?” kata Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Narkoba, AKP Joko Sarwono, Jumat (9/10).

Joko mengatakan, saat hendak didatangi anggota polisi yang berpakaian preman, bocah EPP ini hendak lari. “Speedboat-nya tiba di Teluk Melano sekitar pukul 15.30. Dia menunggu jemputan hingga pukul 16.00. Namun tidak ada yang menjemput. Hingga akhirnya anggota datang dan membawanya ke Mapolsek Simpang Hilir untuk diperiksa,” jelasnya.

Untuk memastikan apakah benar anak tersebut yang membawa narkoba, polisi memeriksa tas selempang berwarna cokelat yang dibawa bocah tersebut dari Kota Pontianak.

[NEXT-FAJAR]

“Sebelum diperiksa, kita mengundang tokoh masyarakat dan warga untuk menjadi saksi. Setelah diperiksa, ternyata benar. Kami temukan narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik hitam beserta lima butir ekstasi,” ungkap Joko.

Setelah ditanya, ternyata bocah tersebut tidak mengetahui jika tas yang dititipkan oleh Udin, warga Parit Pekong, Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak Utara, itu isinya narkoba. Ia hanya diminta untuk membawa tas tersebut ke Ketapang dan nanti akan ada orang yang menjemput di pelabuhan.

Berdasarkan pengakuan EPP, polisi juga menangkap seorang perempuan, Lilis Apriani, 21, di Sukadana, Kayong Utara. Perempuan inilah yang akan menjemput EPP. “Untuk saat ini tersangkanya cuma EPP. Lilis ini masih sebagai saksi. Kita masih memburu orang yang akan menerima narkoba ini. Identitasnya sudah kita ketahui. Kita masih mengejarnya,” tegas Joko.

Dari tangan EPP, polisi menyita barang bukti berupa 1 paket sabu ukuran besar, dua paket sabu ukuran kecil dan dua paket pil ekstasi yang berisi lima butir. Sabu tersebut memiliki berat 48,52 gram.

“Untuk tersangka anak ini akan diserahkan ke unit PPA. Bisa diversi, karena masih di bawah umur. Untuk yang lainnya masih dilakukan pengembangan,” jelas Joko.

Kepada wartawan EPP mengaku tidak mengetahui, jika tas yang ia bawa itu berisi narkoba. “Saya tidak tahu. Karena sama orangnya tidak boleh dibuka, cuma disuruh bawa saja. Nanti nyampai di Teluk Melano ada orang yang menjemput dan mengambilnya,” kata EPP di Mapolres Ketapang, Jumat (9/10).

[NEXT-FAJAR]

EPP mengaku baru kali ini dititipkan barang oleh seseorang. Barang itu dimasukkan ke dalam tas. Nama yang menitipkan barang adalah Udin, warga Siantan. “Yang memasukkan barang itu kawannya Udin. Dia ngantar saya ke Rasau. Sampai di Rasau, baru tas itu dikasikan sama saya,” ucap bocah asal Desa Banjar Sari Dalam, Kendawangan ini.

Bocah ini mengaku tidak menerima bayaran, membawa tas tersebut. Bahkan tiket speedboat tujuan Rasau Jaya-Teluk Melano, ia beli sendiri. “Tidak dibayar. Saya tidak tahu apa isinya. Tiket juga saya beli sendiri,” ungkapnya.

Sementara, Lilis mengaku hanya disuruh pacarnya berinisial S, untuk menjemput EPP di Melano. Ia juga tidak mengetahui jika EPP membawa sabu. “Saya tidak tau. Saya cuma mau jemput dia di Melano, tapi saya belum sempat jemput. Dia ini adik angkat saya,” ungkap Lilis. (jay/sam/jpnn)

Hukum

Bawa Sabu-Sabu, Bocah 14 Tahun Diringkus Polisi

FAJAR.CO.ID, KETAPANG – EPP, bocah usia 14 tahun, kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 48,52 gram dan lima butir ekstasi. Dua jenis narkoba itu disimpan EPP di dalam tasnya. Si bocah pun diringkus polisi.

Kronologis penangkapan, saat itu pihak kepolisian mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba dari Kota Pontianak menuju Ketapang melalui jalur speedboat. Anggota Polsek Simpang Hilir langsung standby di pelabuhan tempat kedatangan speedboat.

Hampir saja polisi kehilangan buruannya, jika saja anak kecil berjaket merah yang turun dari speedboat langsung meninggalkan pelabuhan.

“Tapi beruntung, anak itu tidak langsung pergi. Dia masih menunggu jemputan. Sekitar setengah jam menunggu jemputan, tidak ada juga yang menjemput. Akhirnya anggota mendatanginya dan menanyakan kepada anak itu, mau kemana?” kata Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Narkoba, AKP Joko Sarwono, Jumat (9/10).

Joko mengatakan, saat hendak didatangi anggota polisi yang berpakaian preman, bocah EPP ini hendak lari. “Speedboat-nya tiba di Teluk Melano sekitar pukul 15.30. Dia menunggu jemputan hingga pukul 16.00. Namun tidak ada yang menjemput. Hingga akhirnya anggota datang dan membawanya ke Mapolsek Simpang Hilir untuk diperiksa,” jelasnya.

Untuk memastikan apakah benar anak tersebut yang membawa narkoba, polisi memeriksa tas selempang berwarna cokelat yang dibawa bocah tersebut dari Kota Pontianak.

[NEXT-FAJAR]

“Sebelum diperiksa, kita mengundang tokoh masyarakat dan warga untuk menjadi saksi. Setelah diperiksa, ternyata benar. Kami temukan narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik hitam beserta lima butir ekstasi,” ungkap Joko.

Setelah ditanya, ternyata bocah tersebut tidak mengetahui jika tas yang dititipkan oleh Udin, warga Parit Pekong, Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak Utara, itu isinya narkoba. Ia hanya diminta untuk membawa tas tersebut ke Ketapang dan nanti akan ada orang yang menjemput di pelabuhan.

Berdasarkan pengakuan EPP, polisi juga menangkap seorang perempuan, Lilis Apriani, 21, di Sukadana, Kayong Utara. Perempuan inilah yang akan menjemput EPP. “Untuk saat ini tersangkanya cuma EPP. Lilis ini masih sebagai saksi. Kita masih memburu orang yang akan menerima narkoba ini. Identitasnya sudah kita ketahui. Kita masih mengejarnya,” tegas Joko.

Dari tangan EPP, polisi menyita barang bukti berupa 1 paket sabu ukuran besar, dua paket sabu ukuran kecil dan dua paket pil ekstasi yang berisi lima butir. Sabu tersebut memiliki berat 48,52 gram.

“Untuk tersangka anak ini akan diserahkan ke unit PPA. Bisa diversi, karena masih di bawah umur. Untuk yang lainnya masih dilakukan pengembangan,” jelas Joko.

Kepada wartawan EPP mengaku tidak mengetahui, jika tas yang ia bawa itu berisi narkoba. “Saya tidak tahu. Karena sama orangnya tidak boleh dibuka, cuma disuruh bawa saja. Nanti nyampai di Teluk Melano ada orang yang menjemput dan mengambilnya,” kata EPP di Mapolres Ketapang, Jumat (9/10).

[NEXT-FAJAR]

EPP mengaku baru kali ini dititipkan barang oleh seseorang. Barang itu dimasukkan ke dalam tas. Nama yang menitipkan barang adalah Udin, warga Siantan. “Yang memasukkan barang itu kawannya Udin. Dia ngantar saya ke Rasau. Sampai di Rasau, baru tas itu dikasikan sama saya,” ucap bocah asal Desa Banjar Sari Dalam, Kendawangan ini.

Bocah ini mengaku tidak menerima bayaran, membawa tas tersebut. Bahkan tiket speedboat tujuan Rasau Jaya-Teluk Melano, ia beli sendiri. “Tidak dibayar. Saya tidak tahu apa isinya. Tiket juga saya beli sendiri,” ungkapnya.

Sementara, Lilis mengaku hanya disuruh pacarnya berinisial S, untuk menjemput EPP di Melano. Ia juga tidak mengetahui jika EPP membawa sabu. “Saya tidak tau. Saya cuma mau jemput dia di Melano, tapi saya belum sempat jemput. Dia ini adik angkat saya,” ungkap Lilis. (jay/sam/jpnn)

To Top