Ferry Kurnia Rizkiansyah Terpilih Jadi Ketua Masika ICMI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ferry Kurnia Rizkiansyah Terpilih Jadi Ketua Masika ICMI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Cedekiawan muda Ferry Kurnia Rizkiansyah terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2015-2020.

Ferry yang juga merupakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat ini terpilih pada musyawarah terbatas lima anggota formatur, dalam rangkaian agenda Pertemuan Nasional (Pernas) VIII Masika ICMI di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Sabtu 9 Oktober 2015.

Selain Ferry, empat formatur lainnya adalah Ismail Rumadan (akademisi), Ismail Suardi Wekke (akademisi), Media Arief Rizqie (praktisi ekonomi syariah), dan Nurfajri Budi Nugroho (jurnalis).

“Masika ICMI adalah rumah bagi para pemuda muslim dari berbagai kalangan. Di Masika kita menerima mereka yang berasal dari NU, Muhammadiyah, atau kelompok-kelompok Islam lainnya,” ujar Ferry dalam sambutannya di hadapan para peserta Pernas.

 

[NEXT-FAJAR]

Ada beberapa hal pokok yang menjadi prioritas Ferry pada kepengurusannya. Antara lain, pertama, membangun kembali eksistensi Masika yang ada di seluruh daerah. Kedua, Melakukan penataan organisasi, termasuk memperbaiki database keanggotaan. Ketiga, memperkuat karakter kecendekiaan dan intelektualitas di tubuh Masika ICMI.

Pernas VIII Masika ICMI berlangsung selama dua hari, dan dibuka pada 9 Oktober 2015 oleh Ketua Presidium ICMI Sugiharto.

Sementara Ketua Presidium Masika ICMI Demisioner Mohammad Nasih mengatakan pentingnya penguatan kajian-kajian kecendekiaan dengan paradigma keislaman dan keindonesiaan. Menurutnya, paradigma keislaman sangat penting ditekankan, karena di masa depan persaingan ideologi, peradaban, dan juga kebudayaan akan terjadi semakin kuat.

“Prediksi bahwa akan terjadi “the end of ideology” dan karena itu semua negara akan mengarah kepada liberalisme, dengan menjadikan demokrasi sebagai sistem politik dan kapitalisme sebagai sistem ekonomi ternyata tidak terjadi.

 

[NEXT-FAJAR]

Faktanya, sekarang banyak sekali ideologi dan peradaban yang muncul. Karena itu, kaum muda Islam harus memiliki paradigma yang dilahirkan dari sumber yang kebenarannya tidak diragukan, yaitu Alquran dan sunnah,” cetus Nasih.

Di samping menguatkan wacana itu, menurut Nasih, Masika hendaknya memperkuat basis ekonomi anggota dengan mengembangkan semangat kewirausahaan. Basis kewirausahaan yang kuat sangat diperlukan agar kajian-kajian kecendekiaan bisa ditopang secara mandiri.

“Kemandirian itu dicontohkan dengan sangat konkret oleh Nabi Muhammad dengan menjadi pengusaha sejak belia,” ujarnya.

Masika ICMI adalah salah satu organ di tubuh ICMI yang berdiri pada tahun 1993. Sejumlah tokoh yang membidani lahirnya Masika ICMI antara lain AE Priyono, Andrinof A Ch, Yudi Latif, Hamid Bayaib, Abdul Munim, Abdul Hamid, dan Ade armando.

Sedangkan tokoh senior ICMI yang membantu proses lahirnya Masika adalah Marwah Daud Ibrahim, Dawam Rahardjo, Jimly Ashiddiqie, A Watik Partiknya, Adi Sasono, dan Soetjipto Wirasardjono. (rilis)

 

loading...
Click to comment
To Top