Ikut Porseni, Guru Dibebani Rp50 Ribu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ikut Porseni, Guru Dibebani Rp50 Ribu

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Iuran untuk membantu pelaksanaan pekan olahraga dan seni (porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk tingkat Provinsi Sulsel, setiap guru yang mengikuti harus membayar Rp50 ribu. Pasalnya, pengutan sebesar itu dianggap oleh guru tersebut dinilai sangat memberatkan.

Mufly salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 30 Kecamatan Gantarang. Ia mengaku iuran tanpa melalui kesepakatan guru dan kepala sekolah tersebut tidak mempertimbangkan kemampuan guru.

“Bagaimana tidak mengeluhki, sedikit-sedikit bayarki lagi iuran. Itupun tidak ada kesepakatan sebelumnya. Dulu waktu porseni tingkat kabupaten kita dimintai Rp175 ribu, sekarang ada lagi Rp50 ribu. Apa itu tidak berat? Ini saja pemerasan,” keluhnya, Sabtu 10 Oktober.

Menurut Mufli, keluhan yang sama juga dirasakan semua guru SD di Kecamatan Gantarang. Namun tak satupun di antara mereka berani mengungkapkannya. Ia mengaku berani melakukan hal ini sebab banyak pos anggaran yang tidak diketahui maksud dan tujuannya.

“Seharusnya uang kas saja yang dipakai, jangan minta iuran lagi kepada guru-guru karena ini sudah berulang kali diminta,”terangnya.

Pergelaran sekali setahun PGRI tingkat provinsi itu akan dipusatkan di Lapangan Seruni, Bantaeng,  21 – 25 Oktober nanti.

Ketua PGRI Bulukumba, Sahiruddin, yang dimintai keterangan membenarkan adanya iuran tersebut. Menurutnya, iuran yang dikhususkan bagi guru bersertifikasi itu sesuai kesepakatan dan hasil rapat PGRI provinsi.

“Tapi sama sekali tidak ada pemaksaan, kami hanya minta keikhlasan teman-teman guru untuk berpartisipasi menyumbangkan sedikit uangnya untuk kegiatan porseni di tingkat provinsi. Bukan ji untuk apa-apa, untuk PGRI tonji,” jelasnya. (taq/wik)

Click to comment
To Top