Ini Pengakuan Eks Tim Rival Tentang Sosok Idris Syukur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Ini Pengakuan Eks Tim Rival Tentang Sosok Idris Syukur

FAJAR.CO.ID, BARRU — Gaya bicaranya menggebu-gebu. Ia begitu bersemangat menceritakan pengalamannya menjadi pendukung kandidat lain dari dua pemilihan kepala daerah secara langsung yang sudah dilalui di Barru.

Sambil menikmati suguhan kopi yang dihidangkan di posko relawan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS), pria itu seolah tak ingin berhenti menyampaikan suka-dukanya saat mendukung jagoannya di Pilkada 2005, dan Pilkada 2010.

Andi Jaya Ramis yang kini sudah berbalik arah mendukung AIS, mengakui, dibeberapa momentum politik, ia tak pernah bersama atau berada dibarisan Idris Syukur. Bahkan di Pilkada 2010, warga yang bermukim di Sumpang Binangae itu, memilih menjadi relawan atau tim di kandidat Herman Agus Mahmud.

Saat itu, Andi Jaya harus berhadap-hadapan dengan tim dan relawan Idris  di Pilkada 2010. Meski harus mengakui keunggulan Idris Syukur, namun ia tidak pernah menyesali pilihan politiknya. Apalagi sejak dulu, memang tidak pernah bersentuhan dengan suami Andi Citta Mariogi itu.

Jaya yang dikenal sering bergaul dengan kelompok pemuda itu, semenjak Idris terpilih, tidak pernah berusaha untuk mencari muka, ataukah mengibah mendapatkan pekerjaan. Ia tetap bangga atas sikapnya di Pilkada 2010, meski jagoannya kalah.

Kini di Pilkada 2015, Andi Jaya mengaku terpanggil ikut memenangkan Idris Syukur-Suardi Saleh. Pilihan politiknya bukan karena paksaan, melainkan menyadari jika sentuhan kepemimpinan Idris selama lima tahun sungguh memajukan Barru.

“Saya sudah puluhan tahun sering berlawanan dengan sikap politik Puang Idris. Tapi baru kali ini, saya mendukung beliau. Saya kurang tahu, kenapa semangat saya menggebu-gebu berada dibarisan beliau. Jujur, saya baru sadar kalau Puang Idris orangnya baik,” tutur Andi Jaya, Sabtu 10 Oktober 2015.

Jaya menguraikan, baru kali ini mendapatkan pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyatnya. Salah satu bukti kongkritnya adalah pembangunan Tempat Pelelangan ikan di Sumpang, atau di sekitar kediamannya.

“Dulu bupati-bupati sebelumnya, palingan atapnya saja diperbaiki. Tapi di masa Pak Idris, TPI dibangun, dan sumpang juga semakin menggeliat,” pujinya.

Selain alasan itu, kesantunan Idris juga dijadikan alasan tersendiri kenapa dia ingin mati-matian menyosialisasikannya, sekalipun tidak dibiayai sama sekali. “Kami sudah melihat hasil kerjanya membangun Barru dan memperhatikan rakyat. Sudah saatnya kita bantu dan dukung beliau, karena niatnya mengabdikan diri sudah tidak perlu diragukan,” kesannya.

Bukan hanya soal penilaian tersebut. Jaya juga terkesan dengan kepribadian keluarga Idris yang tidak sombong dan angkuh, serta selalu menjalin silaturahmi. “Kalau kita orang Bugis sering menyebut orang-orang seperti itu, yakni makkiade, mallebbi, atau denamabangka. (Beradat, sopan, serta tidak sombong),” kuncinya.

Atas kesadarannya itu, Jaya mengajak masyarakat agar tidak mau dibodoh-bodohi kandidat tertentu. Pasalnya kepemimpinan Idris sudah teruji, ditambah lagi di lingkaran keluarganya tidak satupun memiliki proyek atau dilibatkan di kebijakan pemerintahan.

“Jangan kita mau diprovokasi atau mau dibodoh-bodohi. Sekali lagi, Pak Idris adalah pemimpin yang benar-benar merakyat, dan dipikirannya memang mau memajukan, serta mensejahterakan rakyat,” tutupnya. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top