Meski Pailit, Perusahaan Harus Perhatikan Hak Buruh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Meski Pailit, Perusahaan Harus Perhatikan Hak Buruh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani Chaniago melakukan kunjungan ke PT. Jaba Garmindo, Kawasan Industri Jatake, Tangerang Jumat (9/10) petang. Kehadiran politisi NasDem itu dalam rangka mengunjungi ribuan pekerja di perusahaan tersebut yang sejak Maret hingga Oktober 2015 belum mendapat upah karena perusahaan mereka di pailitkan.

Di tenda penampungan darurat yang sudah dijadikan tempat tinggal, perwakilan pekerja menjelaskan sebelum dipailitkan, pekerja telah berupaya meminta kepara para kreditur pemohon pailit yakni CIMB Bank Niaga dan Bank UOB Indonesia dan pihak Majelis Hakim untuk melakukan penyelamatan atas PT. Jaba Garmindo agar tidak terjadi pailit, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Olehnya itu, para pekerja sangat berharap anggota DPR dapat membantu menyelesaikan masalah mereka. Sebab sejak perusahaan pailit, para pekerja PT. Jaba Garmindo kehilangan pekerjaan dan terusir dari kontrakan mereka.

“Sebagian besar pekerja disini itu adalah suami istri, sehingga ketika perusahaan melakukan PHK maka kami serta banyak keluarga lain yang menjadi pekerja menjadi kehilangan mata pencaharian. Sehingga kami mohon agar masalah ini dapat diselesaikan,” ujar salah seorang pekerja.

Mendengar keluhan pekerja, Irma berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut dengan berkomunikasi bersama pihak-pihak terkait terutama pihak Bank sebagai kreditor separatis agar dalam pemberesan harta pailit perusahaan, para pekerja menjadi pihak yang didahulukan.

“Kita nanti akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar hak-hak pekerja bisa didahulukan. Buruh ini kan merupakan kreditor preferen (istimewa, red), sehingga saya berharap pailitnya perusahaan tetap memperhatikan hak-hak buruh sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” Tegas Irma.

[NEXT-FAJAR]

Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini juga meminta kepada pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah hal seperti ini terjadi lagi.

“Pemerintah seharusnya melakukan pengawasan dan mendata setiap perusahaan yang terancam bangrut terutama perusahaan yang sementara digugat pailit agar kejadian-kejadian seperti ini bias diantisipasi oleh pemerintah sehingga tidak mengorbankan pekerja,” tandasnya.

Setelah menemui para pekerja, Irma juga berkeliling melihat kondisi pabrik serta menyempatkan makan bersama para pekerja di dapur umum yang dibuat oleh para pekerja.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jaba Garmindo, Djoni Gunawan menyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dilakukan pada Selasa, (21/4). Perkara tersebut bermula ketika PT. CIMB Bank Niaga dan PT. Bank UOB Indonesia mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada februari 2015.

Dalam sidang PKPU keduanya tidak menemukan kesepakatan perdamaian dalam pembayaran utang. Atas putusan pailit tersebut, nasib sekitar 6000 buruh terlantar dan gaji mereka selama 8 bulan terakhir belum dibayarkan oleh PT. Jaba Garmindo serta pesangon dan juga hak THR. (hrm)

loading...
Click to comment
Ekonomi & Bisnis

Meski Pailit, Perusahaan Harus Perhatikan Hak Buruh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani Chaniago melakukan kunjungan ke PT. Jaba Garmindo, Kawasan Industri Jatake, Tangerang Jumat (9/10) petang. Kehadiran politisi NasDem itu dalam rangka mengunjungi ribuan pekerja di perusahaan tersebut yang sejak Maret hingga Oktober 2015 belum mendapat upah karena perusahaan mereka di pailitkan.

Di tenda penampungan darurat yang sudah dijadikan tempat tinggal, perwakilan pekerja menjelaskan sebelum dipailitkan, pekerja telah berupaya meminta kepara para kreditur pemohon pailit yakni CIMB Bank Niaga dan Bank UOB Indonesia dan pihak Majelis Hakim untuk melakukan penyelamatan atas PT. Jaba Garmindo agar tidak terjadi pailit, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Olehnya itu, para pekerja sangat berharap anggota DPR dapat membantu menyelesaikan masalah mereka. Sebab sejak perusahaan pailit, para pekerja PT. Jaba Garmindo kehilangan pekerjaan dan terusir dari kontrakan mereka.

“Sebagian besar pekerja disini itu adalah suami istri, sehingga ketika perusahaan melakukan PHK maka kami serta banyak keluarga lain yang menjadi pekerja menjadi kehilangan mata pencaharian. Sehingga kami mohon agar masalah ini dapat diselesaikan,” ujar salah seorang pekerja.

Mendengar keluhan pekerja, Irma berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut dengan berkomunikasi bersama pihak-pihak terkait terutama pihak Bank sebagai kreditor separatis agar dalam pemberesan harta pailit perusahaan, para pekerja menjadi pihak yang didahulukan.

“Kita nanti akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar hak-hak pekerja bisa didahulukan. Buruh ini kan merupakan kreditor preferen (istimewa, red), sehingga saya berharap pailitnya perusahaan tetap memperhatikan hak-hak buruh sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” Tegas Irma.

[NEXT-FAJAR]

Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini juga meminta kepada pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang terancam bangkrut dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna mencegah hal seperti ini terjadi lagi.

“Pemerintah seharusnya melakukan pengawasan dan mendata setiap perusahaan yang terancam bangrut terutama perusahaan yang sementara digugat pailit agar kejadian-kejadian seperti ini bias diantisipasi oleh pemerintah sehingga tidak mengorbankan pekerja,” tandasnya.

Setelah menemui para pekerja, Irma juga berkeliling melihat kondisi pabrik serta menyempatkan makan bersama para pekerja di dapur umum yang dibuat oleh para pekerja.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Jaba Garmindo, Djoni Gunawan menyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dilakukan pada Selasa, (21/4). Perkara tersebut bermula ketika PT. CIMB Bank Niaga dan PT. Bank UOB Indonesia mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) pada februari 2015.

Dalam sidang PKPU keduanya tidak menemukan kesepakatan perdamaian dalam pembayaran utang. Atas putusan pailit tersebut, nasib sekitar 6000 buruh terlantar dan gaji mereka selama 8 bulan terakhir belum dibayarkan oleh PT. Jaba Garmindo serta pesangon dan juga hak THR. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top