Muhammadiyah Heran dengan Usulan Revisi UU KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Muhammadiyah Heran dengan Usulan Revisi UU KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak mengaku heran dengan usul pemerintah dan DPR soal revisi Undang-Undang KPK yang salah satu isinya membatasi umur lembaga antirasuah itu hanya 12 tahun.

“Dalam konteks sejarah dimanapun, korupsi gak pernah tuntas. Di Islam juga korupsi sudah lama dikenal sebagai kejahatan sejarah dan kejahatan manusia. Rasulullah Muhammad SAW juga benci dengan koruptor,” kata Dahnil saat konfrensi pers di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Minggu (11/10).

Menurut Dahnil ada riwayat saat Rasulullah berhadapan dengan koruptor usai perang Haibar. Saat itu, umat Islam menang melawan kaum Yahudi saat perang. Tapi Rasulullah malah menolak menyolatkan salah satu sahabat yang gugur perang usai perang itu.

Menurut riwayat tersebut, hanya Rasulullah yang tidak ikut solat jenazah terhadap jenazah sahabat yang dianggap mati syahid itu. Tapi Rasulullah mempersilahkan sahabat-sahabat lain untuk solat jenazah. Usai solat para sahabat pun bertanya.

“Rasul menjawab jika sahabat itu melakukan korupsi. Rasul pun meminta sahabat lain untuk mengecek barang peninggalan sahabat yang meninggal itu. Ternyata isinya ada rampasan perang berupa manik-manik senilai 2 dirham yang harusnya dibagikan. Jadi bayangkan, Rasul menolak untuk solatin koruptor cuma senilai 2 dirham,”kata Dahnil

Berangkat dari ekspresi sosial rasul tersebut, pada muktamar Muhammadiyah kemarin diusulkan sebuah fatwa dilarang menyolatkan jenazah koruptor. Koruptor dipersilahkan untuk disolatkan keluargnya karena hukumnya fardhu kifayah.

Pasalnya menurut Dahnil, pihaknya menemukan kejadian di suatu daerah yang didalamnya warga ramai-ramai menyolatkan koruptor. Ternyata, warga tersebut dibayar untuk melakukan solat jenazah.

“Jadi umat Islam harus keluarkan ekspresi kemarahan terhdap korupsi, tapi kenapa anggota DPR malah dukung koruptor. Makanya kalau Muhammdiyah nanti akan keluarkan fatwa, pejabat atau anggota DPR sekalipun yang mati tapi terbukti korup tak usah disolatkan, kecuali dia taubat nasuha,” demikian Dahnil, penulis buku berjudul Dinasti Pemburu Rente.(dem/rmol)

loading...
Click to comment
To Top