Pamela Bowie Tolak Tawaran Berbau Esek-esek – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Pamela Bowie Tolak Tawaran Berbau Esek-esek

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Cantik, mulus dan berdarah Amerika-Jawa. Se­mua kelebihan tadi membuat nama Pamela Bowie meroket. Puluhan sinetron dan beberapa judul film telah dibintangi dara berusia 21 tahun asal Madiun ini. Toh begitu, nyatanya ia cukup selek­tif dalam menerima peran. Hal itu dilakukan agar kualitas aktingnya terus meningkat.

“Aku nggak mau yang itu-itu saja. Aku mau coba se­mua genre, pengen ada pen­galaman baru,” ucap Pamela.

Diakui Pamela, dirinya pernah mendapat tawaran bermain film horor berbau esek-esek. Namun, langsung ia tolak karena beberapa alasan.

“Karena bagi aku yang pent­ing segi cerita dan peran, daripada mementingkan harga dan populari­tas,” terangnya.

“Aku mau coba berbagai macam karakter, kecuali karakter yang negatif dan berdampak buruk bagi aku,” sambung bintang film Cinta Bron­tosaurus ini.

Bernada lebih kesal, Pamela mengecam keras penayangan film horror berbau esek-esek. Pasalnya, banyak dampak negatif yang justru diperlihatkan kepada anak-anak muda seusianya.

“Menurut aku mereka mau bikin film, mau jual apa? Cerita, pemain atau yang negatif. Itu sesuatu yang nggak banget ya. Apalagi yang menonton horor aku lihat anak-anak remaja, bahkan ada anak SMP dan yang ditonton ng­gak ada sisi edukasinya,” tuturnya.

Pamela sudah tiga kali berperan dalam film bergenre horor. Puluhan sinetron juga pernah dilakoninya. Tapi ternyata, ia masih punya impian dalam karier aktingnya. Ia ingin sekali memerankan sosok ahli forensik. Kenapa?

“Keseringan nonton CSI (Crime Scene Investi­gation), aku pengen jadi psikolog forensik. Kalau detektif gitu nggak, kayak Sherlock Holmes itu nggak suka,” ungkapnya.

Selama beberapa tahun ini, Pamela Bowie memang kerap menghabiskan waktu di lokasi syuting. Seakan-akan di sana sudah seperti rumah keduanya. Alhasil ia punya banyak pengalaman berharga selama berada di lokasi syuting.

“Awalnya emang suka sakit di lokasi, pernah pingsan karena kecapekan. Kalau sekarang lebih jaga pola makan terus vitamin. Kalau ada break di loksyut pal­ing tidur,” curhatnya.

Selain soal kondisi fisik, ia juga ternyata pernah menjadi korban pencurian. Ketika itu, mobilnya dibobol.

“Tas mama hilang, pa­dahal di belakang ada kamera segala macam. Yang hilang itu iPad, headset. Kejadiannya malam, ya total keru­gian sekitar Rp 20 juta,” tuturnya.

Atas pengalaman itu, Pamela kini pun lebih berhati-hati lagi. Ia berpesan agar kalian jangan pernah mening­galkan barang berharga di dalam mobil. “Kalau pun ditinggalin, jangan yang barang berharga,” imbuhnya.(rmol)

To Top