Hari Komunikasi Nasional Ganjar Impikan Polisi Komunikasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Hari Komunikasi Nasional Ganjar Impikan Polisi Komunikasi

SOLO, RAJA – Makin berkembangnya tekhnologi membuat media sosial semakin berkembang dengan pesatnya. Bahkan saling hujat di media masa menjadi hal yang biasa bagi pengguna sosial media.

Mereka bisa untuk mengeluarkan opininya dengan bebas. Namun saat ini aksi  hujat di media sosial banyak yang berakhir ke ranah hukum.  Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki pendapat sediri. Ganjar yang juga aktif di sosial media seperti twitter ini merasa kicauan di media sosial mulai kebablasan. Semua orang bebas berpendapat dan mengkitik orang melalui media sosial. “Alasanya mereka memberikan kritik dan saran secara terbuka kepada pihak yang dianggap pantas untuk menerima kritikan,” jelasnya di Solo, Minggu (11/10).

Sayangnya, yang terjadi bukannya memberi kritikan dan masukan melainkan hujatan yang dinilai sangat berlebihan di beberapa sosial media. Permasalahannya banyak dari mereka tidak menggunakan identitas yang sebenarnya. Menggunakan nama dan akun palsu untuk sembunyikan identitasnya. Bahkan akun anonim juga marak di  media sosial. “Jika memang benar niatnya ingin memberi masukan atau kritakan gunakan identitas yang benar, agar jelas,” sarannya.

Ganjar mengatakan untuk itu perlu polisi komunikasi yang bertujuan untuk menghasilkan hal yang posistif. Polisi  komunikasi, tidak harus berupa lembaga seperti  Dewan Pers atau KPI. Namun bisa berasal dari pengguna sosial media itu sendiri, untuk bisa saling mengingatkan jika ada yang sudah melewati batasannya. “Saat ini orang seenaknya saja ngomong, menghujat, mengumpat padahal itu arena publik. Itu artinya tidak punya etika,” lanjut Ganjar.

Sebab itulah dalam rangka Hari Komunikasi Nasional ini, perlu adanya alat kontrol bagi semua media baik itu televisi, media massa, media sosial agar bisa memberikan contoh atau pemberitaan yang positif.

Seperti pemberitaan di stasiun televisi, ungkap Ganjar dari berita yang ada kebetulan di lihat Ganjar mulai berita 1-4 semuanya berisi tayangan pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan pengerusakan. “Apakah tidak ada berita yang positif yang muncul. Jika ada polisi-polisi komunikasi, maka seluruh elemen akan memberikan hal positif,” paparnya. (bj)

loading...
Click to comment
To Top