Inilah Kisah Sahabat Ansar yang Jadi Calon Penghuni Surga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Samudera Ilmu

Inilah Kisah Sahabat Ansar yang Jadi Calon Penghuni Surga

Alhamdulillahirabil’alamin. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Nabi saw tiba-tiba saja beliau berkata, ‘Akan ada seseorang keluar dari pojok sana yang merupakan calon penghuni surga.’ Lalu muncullah seorang laki-laki dari kalangan Anshar jenggotnya meneteskan air bekas wudhu dan menjinjing sandal dengan tangan kiri lalu memberi salam. Keesokan harinya Nabi saw kembali mengucapkan apa yang beliau ucapkan kemarin dan yang datang adalah orang yang sama dengan keadaan yang sama pula. Pada hari ketiga Nabi saw kembali mengucapkan perkataan yang sama dan yang muncul juga orang yang sama dengan keadaan yang sama pula.

Ketika Nabi saw beranjak maka Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti orang tersebut dan berkata, ‘Aku berselisih dengan ayahku dan aku bersumpah untuk tidak menemuinya selama tiga hari. Kalau kau merasa bisa menampungku selama tiga hari itu, bersediakah engkau?’ Dia menjawab “Baiklah.”

Anas lanjut berkata, “Lalu Abdullah (maksudnya putra Amr bin Ash) menceritakan bahwa dia menginap di rumah orang itu selama tiga malam tapi dia tidak mendapati bahwa orang tersebut bangun untuk shalat malam, hanya saja kalau sudah tiba malam hari dan dia sudah merebahkan diri ke tempat tidur maka dia berdzikir dulu kepada Allah dan bertakbir, sampai kemudian bangun untuk shalat subuh. Selain itu, di malam harinya dia tidak berbicara selain yang baik-baik. Setelah selesai tiga malam dan aku (Abdullah bin Amr) hampir saja meremehkan amal ibadahnya maka aku berkata kepadanya, ‘Wahai Abdullah, sebenarnya tidak ada masalah antara aku dengan ayahku tapi aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Nanti akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga.” Setelah itu yang muncul adalah dirimu sebanyak tiga kali. Itu membuatku penasaran ingin melihat langsung apa yang kau amalkan, tapi aku tidak melihatmu banyak beramal.’ Ketika aku hendak beranjak pergi dia memanggilku dan berkata, ‘Amalanku memang hanya seperti yang kau lihat, tapi aku merasakan bahwa dalam hati ini tak ada sama sekali rasa dengki dan dendam atau penipuan kepada seorang muslim pun. Aku tidak pernah mendengki kepada siapa pun dan hanya bersyukur dengan apa yang akun dapatkan dari Allah.’”

Abdullah (bin Amr bin Ash) berkata, “Inilah amalan yang membuatmu sampai pada derajat itu (yang disampaikan Rasulullah saw—penerj) dan itulah yang tidak disanggupi.”[1]

———————

[1] HR Ahmad (Al Musnad, 3/166) dan Abdurrazzaq (Al Mushannafm No 20559). Hadits dikutib dari Mukhtasar Yu’ab Al-Iman, Imam Al-Baihaqi, Tahqiq dan Takhrij: Abdul Qadir Al Arnauth. Dalam catatan kakinya dikatakan para perawi hadits ini tsiqah (terpercaya).

Click to comment
To Top