Mobil Branding Bergambar Cawalkot Semarang Akan Ditertibkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Mobil Branding Bergambar Cawalkot Semarang Akan Ditertibkan

SEMARANG – Panwas Kota Semarang akan menertibkan stiker kampanye di mobil atau branding mobil bergambar pasangan calon walikota dan wakil walikota (cawalkot) peserta Pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Semarang 2015. Penertiban yang akan dilakukan oleh tim gabungan itu akan dilakukan untuk kendaraan pribadi dan kendaraan umum yang dipasangi gambar paslon.

Rencana penertiban mobil branding itu merupakan kesepakatan bersama rapat koordinasi pimpinan enam instansi di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang, Senin (12/10).
Selain dihadiri Panwaslu, perwakilan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang ikut dalam rapat.
“Rapat koordinasi menyepakati rencana operasi gabungan penertiban branding mobil, mulai pertengahan bulan ini,” ujar Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin yang juga mengampu Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia.
Anggota Panwaslu Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bekti Maharani menambahkan, dalam rapat koordinasi telah disepakati dan rencananya tanggal 15 atau 16 Oktober mendatang akan diadakan penertiban branding mobil milik pribadi dan angkutan umum di wilayah Kota Semarang.
Dalam rapat terungkap juga, bahwa sebenarnya Dishubkominfo Kota Semarang sudah mulai menertibkan branding angkutan umum saat uji kir. Namun penertiban branding angkutan umum lewat uji kir dinilai tidak efektif, karena waktunya tidak cukup.
“Kalau harus menunggu uji kir dulu, dipastikan memakan waktu lama. Makanya kami akan lakukan operasi gabungan,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Panwaslu Divisi Penanganan dan Penindakan Pelanggaran, Parlindungan Manik menegaskan, bahwa untuk sosialisasi penertiban tersebut, peraturan sudah jelas termuat dalam pasal 26 jo Pasal 68 PKPU 7 tahun 2015.
Hal tersebut sebenarnya ditindaklanjuti oleh Dishubkominfo Kota Semarang. Terkait dengan aturan yang menyatakan bahwa untuk uji KIR, jika tingkat kegelapan kaca mencapai 80 persen maka harus dilepas.
“Dalam hal ini, branding malah justru menutup kaca mobil. Pada saat kampanye simpatik, juga sebenarnya sudah diberitahukan kepada paslon bahwa Branding mobil itu dilarang,” katanya. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top