Pemanfaatan Beka dan Pomi Tunggu Jokowi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pemanfaatan Beka dan Pomi Tunggu Jokowi

SUKOHARJO, RAJA — PT Indo Acidatama, Kebakkramat, Karanganyar, menunggu tindak lanjut pemerintah pusat yang rencananya menggandeng perusahaan tersebut dalam program peningkatan produktivitas padi.

Petugas Research and Development PT Indo Acidatama, Supriyanto, 49, saat meninjau panen di Sonorejo, Sukoharjo, Sabtu (10/10), menyampaikan belum mengetahui tindak lanjut pemerintah yang sebelumnya menyatakan akan mengembangkan program penggunaan Beka dan Pomi untuk skala nasional.

Sebelumnya, program percontohan di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo dengan menggunakan pupuk Beka dan Pomi di lahan seluas 50 hektare (ha) dinilai berhasil. Supriyanto mencatat dalam 1 ha sawah yang telah menerapkan pola tanah hazton dan menggunakan Beka dan Pomi mampu menghasilkan minimal 10 ton gabah kering panen.

Capaian tersebut sesuai target pemerintah sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengecek hasil panen di Sonorejo, Sabtu (3/10) lalu. Namun, capaian itu diakui Supriyanto sebetulnya belum mencapai target perusahaan. Perusahaan menargetkan 1 ha bisa menghasilkan 12 ton-14 ton padi. “Tapi capaian 1 ha bisa dapat 10 ton sudah bagus. Raihan itu meningkat cukup banyak dari pada capaian ketika lahan digarap dengan cara biasa,” kata Supriyanto.

Supriyanto menerangkan Beka merupakan pupuk hayati yang mengandung mikrobia unggul pembenah tanah. Dengan menggunakan Beka, bahan organik dari sisa panen, seperti jerami, bisa lebih cepat lapuk dan menjadi unsur hara yang dibutuhkan tanah.

Sedangkan Pomi adalah pupuk hayati yang mengandung mikrobia pengurai zat-zat kimia dalam tanah dari pupuk kimia yang digunakan petani pada umumnya. Aturan pakainya, dalam 1 ha lahan digunakan 3 liter Beka dan 7 liter Pomi.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur Sonorejo, Panto Suwarno, 61, mengatakan petani yang menerapkan pola tanam hazton dan menggunakan Beka dan Pomi mengaku puas. (sp)

loading...
Click to comment
To Top