Bantaeng Optimistis Smelter Beroperasi Februari – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Bantaeng Optimistis Smelter Beroperasi Februari

FAJAR.CO.ID, BANTAENG, — Pemerintah Kabupaten Bantaeng,  tetap optimistis proyek pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) komoditas nikel akan tetap berjalan.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan pengembangan smelter di kawasan Bantaeng Industrial Park (BIP) akan terus berlanjut dan tidak ada kekhawatiran terkait pasokan bahan baku bijih nikel. Rencananya, di kawasan seluas 3.000 hektare akan dibangun delapan smelter komoditas nikel.

Menurut Nurdin, ketersedian pasokan bahan baku sejatinya tidak ada persoalan, sebab masing-masing perusahaan yang memang sudah memiliki tambang sendiri disejumlah wilayah di luar Kabupaten Bantaeng. ” Sudah mulai datang bahan bakunya semua. Sekarang sudah ada di Makassar kemudian baru diantar ke Bantaeng,”kata Nurdin kepada FAJAR, Selasa 13 Februari.

Bahkan, rencananya, pada tahun ini, akan ada dua perusahaan yang siap memulai kegiatan operasi produksi, yaitu PT Huadi Nickel Alloy Indonesia dan PT Titan Mineral Utama. ” Kalau pun mundur dari akhir tahun ini, paling lambat beroperasi pada Februari nanti,”tambahnya. 

Bupati dua periode ini mengatakan, banyak hal yang perlu dipersiapkan  sebelum beroperasi, salah satunya yakni daya listriknya. Untuk satu perusahaan saja, dibutuhkan minimal 45 mega watt. 

Namun kata Nurdin,  secara keseluruhan progres kawasan perindustrian yang dipusatkan di Kecamatan Pajukukang itu tidak ada masalah dan berjalan sesuai schedule yang ada. Dimana, lima perusahaan lainnya masih dalam tahap pengukuran tanah. ” Tidak ada sama sekali masalah. Semuanya berjalan lancar,”tambahnya.

Selain itu, untuk mengisi dan menjalankan mesin smelter tersebut. Pihaknya belum lama ini telah memberangkatkan 200 putra-putri Bantaeng ke Cina. Dimana mereka yang diberangkatkan itu akan di training bagaimana mengelola perusahaan itu nantinya “Kita sudah kirim para putra putri dari bantaeng untuk nantinya dipersiapkan di perusahaan tersebut. Mereka di training di Cina,”ungkapnya.

Sementara, Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Taufik Fachruddin mengungkapkan, setelah melakukan pemantauan soal daya listrik oleh PLN sudah mencapai 85 persen. Bahkan kemungkinan akan rampung pada januari nanti.

” Pantauan kami di lapangan, pihak PLN untuk pemasangan Gardu induk dan kelengkapan instalasi lainnya sudah mencapai 85 persen dan informasi terakhir PLN akan menyelesaikan pada awal bulan januari,”tambahnya.

Sebagai penanggung jawab Kawasan Industri Bantaeng, kata Taufik, ia telah banyak mendapat komunikasi oleh para investor dan ingin berinvestasi di Bantaeng. Ia menyebutkan, dari 3000 hektare yang telah dipersiapkan untuk kawasan Industri tersebut. Hingga saat ini sudah ada 800 hektare yang sold out. ” Luas lahan 3.000 hektare dan sampai saat ini sudah sold out/ laku hampir 800 ha dan saat ini dalam tahap rencana pembebasan sekitar 300 ha lebih,”urainya.

Diluar dari dua perusahaan yang akan beropeasi paling lambat februari itu, lanjut Taufik, selebihnya baru sekitar 10 persen atau masih dalam tahap pembebasan lahan. Misalnya saja, PT Indonesia Semarang Stell tahap penyelesaian pembebasan dan finalisasi dan awal Nopember mulai aktivitasnya. Kemudian, PT Mitra Tambang Selaras, PT ChongNing, PT Cinta Jaya. PT Multi Kilang,  PT Century Indonesia Mining, itu masih berproses.


“Hampir semua menunggu perusahaan juga 2 Pioner Smelter Bantaeng ini dimulai. Mereka kembali bergairah ingin menuntaskan pekerjaannya,”tambahnya. 

Menurut Taufik, progres kawasan industri yang ada di Kabupaten Bantaeng tidaklah susah. Sebab telah ada keputusan presiden (Kepres) No 2 tahun 2015 yang menetapkan Kawasan Industri Bantaeng sebagai Kawasan industri Di timur Indonesia dan hanya ada 1 di sulsel. “Saat ini dengan Payung hukum Kepres 2 tahun 2015 itu, maka Kawasan industri Bantaeng menjadi KSN / kawasan strategis Nasional untuk bidang industri. Dengan demikian support dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Kawasan Industri Bantaeng sangat kuat,”tambahnya. (taq)

 

loading...
Click to comment
To Top