Di “Lembah Kematian” Penelitian, Ganjar Tantang Ilmuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Di “Lembah Kematian” Penelitian, Ganjar Tantang Ilmuan

SEMARANG, RAJA – Banyaknya hasil karya dan penelitian di Jawa Tengah yang belum bisa diaplikasikan pada kehidupan masyarakat nyata, disayangkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sebab, selama ini hasil penelitian hanya tampak megah diatas namun tidak pernah membumi dan hanya menumpuk memenuhi lemari perpustakaan.

Gubernur mengatakan hal tersebut saat menjadi key note speech seminar mendobrak fenomena “Lembah Kematian” hasil-hasil penelitian, yang diselenggarakan Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) bekerjasama dengan Bank Jateng di kantor Bank Jateng di Semarang, Senin (12/10). Key note speech Gubernur dibacakan oleh Kepala Biro Keuangan Pemprov Jateng Arif Sambodo.

Menurut Gubernur, kondisi tersebut dikarenakan perguruan tinggi dan para peneliti kurang melakukan applied research, atau karena penelitian para dosen lebih untuk memenuhi kebutuhan pengukuran pengangkatan, sehingga hasilnya tidak ditunjukan kepada publik. Padahal, menurut Ganjar, penelitian memerlukan pemikiran, waktu, tenaga dan biaya yang tidak terhitung banyaknya, sulit dan melelahkan. “Sangat disayangkan jika hasil penelitian tidak mampu berkonstribusi pada pembangunan dan tidak bisa memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Karena saat ini pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat masih menghadapi banyak persoalan,” kata Ganjar.

Pemprov Jateng, tambah Ganjar, siap untuk memfasilitasi karya-karya penelitian yang bisa langsung diterapkan kepada masyarakat. Bahkan Pemprov Jateng siap untuk mensinergikan dan mensinkronisasikan hasil penelitian dengan program pembangunan yang dilakukan pemerintah. “Masih banyak program pembangunan di Jateng yang memerlukan sentuhan inovasi dan kreativitas dari para peneliti. Dan ketika saya bicara soal kemiskinan, maka bisa dibantu oleh para peneliti untuk memetakan jumlah dan kantong-kantong kemiskinan di Jateng. Jika bisa dilakukan di Jateng, pemerintah bisa mendapatkan data yang valid tentang kemiskinan beserta peta-petanya, sehingga program pembangunan untuk mengentaskan kemiskinan bisa semakin efektif dan tepat sasaran,” tambah Ganjar. (ENC)

Click to comment
To Top