Wow…. Ada Istana Burung di Rumah Ketua DPRD Sidrap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Wow…. Ada Istana Burung di Rumah Ketua DPRD Sidrap

FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Ketua DPRD Sidrap, Zulkifly Zain, punya hobi cukup unik. Dia gemar memelihara burung. Bahkan dia memiliki istana burung di kediaman pribadinya di Baranti, Sidrap.

Hobinya memelihara burung, utamanya burung merpati, terungkap saat menghadiri pameran unggas yang berlangsung di pelataran Ganggawa, Pangkajene, Sidrap.

Tak banyak yang tahu. Ternyata, ratusan ekor merpati impor yang dipamerkan disana adalah milik Zulkifly Zain, pria yang akrab disapa Haji Pilly itu. .

“Iya, itu rata-rata punya saya, temannya ada banyak lagi di rumah, ada yang dikandangkan, adapula yang dilepas,” ujar Haji Pilly.

 

[NEXT-FAJAR]

Kepada FAJAR.CO.ID, dia banyak bercerita tentang hobinya itu. Di rumahnya itu, kata dia, ada seratusan ekor burung merpati, semuanya impor.

beberapa lembar foto yang ia tunjukkan, memang tampak banyak burung merpati bergantungan di dalam sangkar.

Koleksi aneka burung itu, disimpan politisi golkar itu di bawah kolong rumahnya, sebagian lainnya, ditempatkan di kandang, terletak di samping dan belakang rumahnya.

“Sebagian besar burung-burung itu saya beli dari anggota komunitas pecinta burung, transaksinya via facebook saja,” katanya.

Di akun facebooknya, Haji Pilly mengaku punya grup khusus pencinta burung. “Kami ada grup khusus di facebook, anggota banyak, mulai orang Indonesia hingga luar negeri,” akunya.

 

[NEXT-FAJAR]

Saat ini, dia mengaku telah mengoleksi ratusan ekor burung berkicau dan merpati impor. Di dalam istana burung miliknya itu, ada aneka macam merpati impor, mulai dari jenis Bokhara, Indian Fantail, Show King serta King U.

Tak hanya itu, disana juga terdapat merpati jenis Reversewing, Hana Cropper, Norwich Cropper, Saxon, Brunner Cropper.

Juga, ada Gadiatano Cropper, American Fantail, Malteze, Jacobin, Gaditano Cropper, Frill Back, Lahore Red, serta English Fantail.

Diakuinya, satu ekor burung merpati impor itu, dibelinya antara Rp2 juta hingga Rp10 juta per ekor. Karena sudah menjadi hobinya, mantan pengusaha tambang emas itu mengaku telah menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah.

“Hehehe, banyak yang bilang saya gila, tapi mau diapa, itu sudah jadi hobi saya,” tutur Haji Pilly. (eby)

 

loading...
Click to comment
To Top