DPRD Maros: Pemerintah Abaikan Kasus DBD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

DPRD Maros: Pemerintah Abaikan Kasus DBD

MAROS, FAJAR.CO.ID — Kasus meninggalnya seorang anak, Asyam Arief (7) warga Maros karena penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Senin lalu menyentak kembali dunia kesehatan Maros. Pemerintah disebut abai memantau kasus DBD yang makin mengkhawatirkan.

Ketua Komisi III DPRD Maros Akbar Endra menyebut meninggalnya warga Maros karena DBD merupakan pukulan telak bagi semua stakeholder kesehatan. Dia mengecam kurangnya langkah pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan.

“Catat itu, bahwa pemkab abai terhadap kesehatan warga. Masa kasus DBD meningkat tetapi tidak ada perhatian khusus bahkan sampai sudah ada yang meninggal begitu,” kritiknya.

Dia juga mengakui, Maros kekurangan tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat. Pihaknya mengusahakan kedepan disetiap kecamatan terdapat fasilitas layak khususnya bagi penganganan pertama penderita DBD.

Direktur RSUD Salewangang Dr Maryam mengakui, pasien DBD hampir setiap hari masuk ke RS pimpinannya. Namun dirinya masih belum memiliki data konkretnya. Kas

“Akhir-akhir ini banyak memang kasus DBD, hampir setiap hari ada pasien baru. Namun kami memastikan mendapat penanganan maksimal. Jika kami tidak mampu pasti dirujuk, sebagaimana kasus meninggalnya Asyam,” jelas Maryam.

Sementara Kadis Kesehatan Dr Firman Djaya membantah pihaknya abai terhadap kasus DBD. Dirinya menyebut Maros memang daerah endemis DBD, namun selalu dapat ditangani. Awal dan akhir musim hujan disebutnya paling rawan terjadi KLB kasus DBD.

“Jadi saat ini belum ada KLB, karena memang tiap saat pasti ada pesien baru DBD yang terjangkit. Jika ada laporan masuk seperti itu kami langsung respon. Biasanya kami lakukan fogging serentak,” tandasnya. (ris)

To Top