LLP-KUKM Bekali Mahasiswa Uhamka untuk Berwirausaha – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

LLP-KUKM Bekali Mahasiswa Uhamka untuk Berwirausaha

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Banyak mahasiswa yang memiliki bakat dan minat untuk berwirausaha. Nah, Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka) mendukung mahasiswanya untuk menggerakkan bisnis.
Karena itu, kampus tersebut menggandeng Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM sebagai mitra kerja untuk membentuk mahasiswa berjiwa entrepreneur.
Kepala Pusat Kewirausahaan dan Karir Mahasiswa (PK2M) Uhamka D.M. Dharmawati menuturkan, dengan kerja sama tersebut, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah membangun mental wirausaha mahasiswa. ’’Nah, setelah itu, mereka bisa berani menciptakan unit bisnis baru yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,’’ terangnya.
Selain itu, dengan pertumbuhan pangsa pasar e-commerce di Indonesia, perkembangan UKM diyakini semakin sengit. Peluang itu tidak disia-siakan LLP-KUKM yang memiliki galeri produk KUKM, yakni Galeri Indonesia WOW yang tinggal menunggu waktu untuk dihelat. Menurut Dirut LLP-KUKM Achmad Zabadi, lembaganya yakin dan cepat bergabung dalam transaksi melalui internet atau e-commerce. Apalagi yang ditawarkan kepada konsumen merupakan ribuan produk KUKM dengan banyak kategori.
’’Kami melihat perbedaan yang mencolok antara bisnis yang memanfaatkan IT dan yang tidak. Hasilnya sangat terasa,’’ jelas Zabadi.
Menurut dia, LLP-KUKM memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis iptek kepada para mahasiswa. Tujuannya, bisa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan. ’’Selain itu, diusahakan menjadi calon pengusaha yang tangguh dan sukses dalam menghadapi persaingan global,’’ tegas Zabadi.
Program Smesco RumahKu (rumahnya UKM) memfasilitasi kegiatan dan mendorong kelembagaan atau unit kewirausahaan di perguruan tinggi agar dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Sebagai hasil akhir, angka penganggur lulusan pendidikan tinggi diharapkan turun.
’’Itu diharapkan bisa membantu perguruan tinggi merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran berwirausaha dengan lebih efektif dan efisien dengan capaian optimal,’’ terang Zabadi.
Kegiatan perguruan tinggi dalam bidang pengembangan kewirausahaan masih sangat terbatas dan hanya bertumpu pada aspek sosial-ekonomi dan manajemen dalam bentuk kuliah serta pelatihan. Padahal, kata Zabadi, untuk meningkatkan penciptaan dan pertumbuhan wirausaha, dibutuhkan keterpaduan antara penguasaan ilmu dan manajemen produksi yang secara keseluruhan disebut sosio-tekno-ekonomi.
’’Program tersebut bertujuan menanamkan budaya serta menumbuhkan jiwa entrepreneurship mahasiswa yang kreatif dan inovatif sehingga menciptakan unit bisnis baru yang berbasis iptek,’’ jelas Zabadi. (*)

Click to comment
To Top