Warga Giyono Temanggung Gelar Merti Dusun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Warga Giyono Temanggung Gelar Merti Dusun

TEMANGGUNG – Rabu (14/10) pagi, bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram, masyarakat Desa Giyono, Kecamatan Jumo, berbondong-bondong memadati balai desa setempat dengan beraneka macam kostum adat Jawa dan propertinya. Ribuan masyarakat Giyono mengikuti merti dusun sambut datangnya tahun baru Islam.

Prosesi diawali dengan kirab budaya dari balai desa yang dipimpin oleh kepala desa menuju ke Sendang Ayu Mbong Gede yang berjarak sekitar 500 meter. Pada kirab ini, warga desa membawa gunungan hasil bumi, tumpeng (bucu rombyong), sego punar dan golong lima, ayam dan sapu ijuk.
Setelah sampai di kompleks sendang, warga duduk di sebuah bangunan untuk mengikuti rangkaian upacara tradisi, yang diawali dengan sambutan-sambutan dari desa hingga kecamatan dilanjutkan pembacaan doa.
Usai pembacaan doa, dua tumpeng robyong dipotong oleh Kades Giyono kemudian diberikan kepada perangkat desa, dilanjutkan rebutan gunungan hasil bumi oleh masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan tersebut juga dilepas seekor ayam warna putih ke tengah sendang, sebagai simbol menghilangkan unsur serakah pada diri manusia agar pada tahun mendatang selalu diberikan kebaikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Yang kita bawa di dalam merti dusun ini adalah simbol, gunungan melambangkan hasil panen yang melimpah, bucu rombyong simbol permohonan kepada Tuhan, sedangkan sego punar atau sego kuning melambangkan kebijaksanaan, dan ayam perlambang dari keserakahan yang kita lepas, sapu ijuk adalah persatuan,” terang Sudarno, sesupuh Desa Giyono.
Ia menuturkan, merti dusun ini dimulai sekitar tahun 1945. Kala itu Desa Giyono mengalami kekeringan yang super hebat. Seluruh mata air kering, namun hanya ada satu mata air di Sendang Ayu ini yang masih tetap mengalir dan menghidupi warga Desa Giyono kala itu.
“Sejak itulah warga desa selalu mengadakan merti dusun di Sendang Ayu Mbong Gede pada setiap tanggal 1 Suro,” katanya.
Diakhir acara merti dusun warga Desa Giyono saling berebut hasil gunungan dan tumpeng serta menyucikan diri di Sendang Ayu. Mereka percaya dengan semua itu akan dapat keberkahan dan keselamatan (ngalap berkah) di tahun mendatang.
“Ini sudah tradisi mas, turun temurun, percaya atau tidak percaya masyarakat sini selalu melakukan tradisi ini agar dapat berkah (ngalap berkah),” kata Margo Susilo, seorang warga setempat.
Sementara itu Kepala Desa Giyono, Nurwanto, mengatakan merti dusun adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki dan keselamatan, serta air sebagai sumber kehidupan.
“Kita bersyukur mempunyai sendang yang tidak pernah kering baik di musim hujan maupun kering, rasa syukur itulah kita wujudkan dengan kegiatan merti desa ini. Harapan kami di tahun yang baru kita selalu lebih baik dalam segala hal,” pungkasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top