Beginilah Nasib Bos yang Suka Pukul Anak Buah dan Tidak Bayar Gaji. Dihabisi! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Beginilah Nasib Bos yang Suka Pukul Anak Buah dan Tidak Bayar Gaji. Dihabisi!

LUBUKBAJA – Pembunuhan yang dilakukan Hendra, 21 dan Simalikul Mahadi, 18, terhadap Ros Duha, pengusaha catering dan tempat hiburan malam di Teluk Pandan, Sintai, Tanjunguncang dilandasi rasa sakit hati. Pelaku kerap mendapatkan perlakuan kasar maupun cacian dari korban.

Tak hanya itu, Hendra yang sudah bekerja sebagai sopir pribadi korban selama tiga bulan tak pernah mendapatkan gaji. Hingga Hendra merencanakan pembunuhan tersebut dan membawa Simalikul untuk menghabisi nyawa Ros.

“Saya sering dimarah-marahi dan dipukul pake tongkat juga. Gaji saya juga tak pernah dibayar,” ujar Hendra di Mapolresta Barelang, seperti dikutip dari Batam Pos (grup Fajar.co.id), kemarin (14/10) siang.

Pembunuhan sadis itu sudah durencanakan dua hari sebelumnya, atau pada Minggu (4/10) lalu. Mereka mempersiapkan tali yang diambil dari jemuran belakang Bar Mutiara Sintai milik korban.

Sebelum melancakan aksi itu, pelaku membagi tugas. Hendra bertugas mengendarai mobil Toyota Rush Hitam dengan nopol BP 1866 DP, sedangkan Simalikul berperan menjerat leher korban dari kursi penumpang belakang.

“Kami potong tali di belakang bar, dan disimpan. Saya yang jerat dan dia (Hendra) yang memastikannya tewas,” tambah Simalikul.

Hendra menjelaskan pembunuhan terhadap Ros dilakukan di atas mobil saat perjalanan dari lokasi katering korban di Perumahan Putra Jaya, Batuaji menuju Tanjunguncang pada Selasa (6/10) malam, sekitar pukul 23.45 WIB. Usai menghabisi nyawa Ros, pelaku membawa jasadnya ke Bukit Harimau Sekupang dan membuangnya ke jurang.

Kedua pelaku sendiri meninggalkan Batam pada Rabu (7/10) pagi melalui Bandara Hang Nadim Batam dengan mengendarai mobil korban. Mereka turut mengambil barang berharga korban berupa ponsel Samsung dan uang tunai sebanyak 6.600 Dollar Singapura. Uang itu dipergunakan untuk biaya transportasi pelarian menuju Aceh. [NEXT-FAJAR]

“Uangnya untuk hidup sehari-hari dan dibagi juga. Saya kasih dia (Simalikul) empat juta,” tutur Hendra, warga Bireun ini.

Dari pengakuan Simalikul, ia sama sekali tak berniat menghabisi nyawa Ros. Ia hanya dipaksa Hendra, otak pelaku pembunuhan. Hendra mengancam akan membawanya pulang kampung menuju Aceh, jika tak menuruti perintahnya.

“Saya hanya diajak. Kalau masalah dengan dia (Ros) tak ada. Saya terpaksa,” tutur pria yang baru bekerja seminggu di lokasi usaha korban tersebut. (she)

loading...
Click to comment
To Top