Mengenal Lebih Dekat Ir H Suardi Saleh M.Si – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Mengenal Lebih Dekat Ir H Suardi Saleh M.Si

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menjadi wakil bupati, tentu bukan perkara mudah. Di samping harus paham tentang pemerintahan, jabatan itu mesti diisi oleh orang yang pengalamannya tak perlu diragukan dan punya komitmen membantu bupati menjalankan secara maksimal tanggung jawab hingga masa periode berakhir.

Jabatan wakil bupati bukan sekadar pelengkap pemerintahan semata. Melainkan, orang yang mendudukinya, harus tahu fungsi dan tugasnya, agar roda pemerintahan bisa berjalan efektif, dan tidak menempatkan diri sebagai bupati yang kadang menjadi penyebab “pecah kongsi” dengan kepala daerah di masa jabatan berjalan.

Fungsi dan tanggung jawab itulah dipelajari betul Ir H Suardi Saleh sebelum menyatakan “bismillah” maju menjadi kandidat wakil bupati Barru mendampingi incumbent Andi Idris Syukur di Pilkada 2015. Jebolan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin itu, tak ingin menambah daftar panjang banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi di tengah jalan, hanya karena wakil bupatinya salah menempatkan diri di pemerintahan.

Setelah membuka dan mempelajari aturan pemerintahan, Suardi makin mantap maju mendampingi Idris, sekaligus berkomitmen untuk membantu bupati menjalankan pemerintahan hingga periode berakhir.

“Saya tidak mau mengecewakan rakyat di tengah jalan. Itulah kenapa saya pelajari betul aturan dan undang-undang pemerintahan, agar saya bisa membantu bupati secara maksimal menjalankan roda pemerintahan,” tuturnya mengawali perbincangan, Kamis 15 Oktober 2015.

Besan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) itu, memang bukan orang baru di pemerintahan. Pengalamannya sebagai pamong tak perlu diragukan lagi. Sehingga sangat wajar jika ia secara detail tahu tugas dan tanggung jawab yang mesti dijalankan kelak jika terpilih 9 Desember 2015 mendatang.

Suardi yang baru pertama kalinya mencalonkan diri di pilkada, dikenal matang sebagai birokrat. Ia  sudah mengabdikan diri sebagai pamong selama 29 tahun. Sepanjang kariernya, sudah tujuh bupati didampingi di dua daerah, yakni Maros dan Pinrang.

Putra asli Balusu, Barru itu, semenjak menjadi abdi negara, selalu dipercaya atasannya menduduki jabatan strategis. Itu sebabnya, suami Direktur RSUD Pinrang Dr Hasnah itu, lama menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaa Umum (PU) Maros, dan Kepala PU Pinrang.

Selain itu, ia pernah diamanahkan menjadi asisten di Pemkab Pinrang, dan terakhir sebelum ditetapkan kandidat di Barru, Suardi mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pinrang.

Berbekal modal pengalaman itu, Suardi diyakini bisa menjalankan pemerintahan secara maksimal dengan bupati nantinya. Apalagi, ia juga dinilai punya ketenangan dan kematangan dalam memimpin.

Selain  teruji di pemerintahan, pria kelahiran 2 Desember 1956 itu, juga matang di organisasi. Pasalnya, sederet organisasi pernah dikendalikannya, baik saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Hasanuddin, maupun ketika tercatat sebagai birokrat.

Saat menjadi mahasiswa, Suardi merasakan pahit-manisnya sebagai aktivis, baik di kampusnya maupun ketika dipercaya menjadi Ketua 1 Gabungan Pelajar Mahasiswa Barru (Gapembar). Tak mengherankan jika kehidupan aktivis mahasiswa sangat dipahaminya.

Tak hanya itu, saat menjadi kepala dinas PU di Maros, Suardi juga dipercaya menjadi Ketua AMPI Maros. Begitu juga di Pinrang, ia adalah Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, dan Ketua Kerukunan Keluarga Barru Cabang Pinrang, serta pengalaman organisasi lainnya.

Pengalaman sebagai aktivis dan organisatoris itu membuat Suardi tidak kaku ketika menduduki posisi di pemerintahan. Ia mampu menyandingkan darah aktivis dan jiwa birokrat. “Alhamdulillah, pengalaman itu semua banyak membantu ketika menduduki beberapa jabatan di pemerintahan,” urai Suardi.

Mertua Dr Sabrina Natsir Kalla itu menuturkan, birokrat yang punya pengalaman di organisasi dianggap bisa lebih mudah dalam berinteraktif, dan setiap saat bersedia dikritik serta berdialog. “Pejabat itu jangan mau menutup diri dengan bawahan dan masyarakat. Mesti setiap saat berkomunikasi, sharing agar amanah yang diberikan bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (*/wik)

Click to comment
To Top