Syahrul Dorong e-PUPNS Telusuri PNS Ijazah Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Syahrul Dorong e-PUPNS Telusuri PNS Ijazah Palsu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini melakulan pendataan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia. Seluruh PNS diwajibkan mengirim data lengkap melalui sistem online (e-PUPNS) dan diberi batas waktu hingga akhir Oktober.

Pemutakhiran data itu dipandang sangat penting untuk mengetahui keabsahan data seluruh PNS, termasuk ijazah yang digunakan saat pendaftaran dan untuk peningkatan karir jabatan. Dari hasil input sementara, ternyata ditemukan sekitar 1700 PNS dari berbagai provinsi yang disinyalir menggunakan ijazah palsu.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku sangat mendukung upaya BKN itu, apalagi sistem e-PUPNS bisa melacak data yang diinput PNS sehingga jika ada yang menggunakan ijazah palsu akan ketahuan. “Kami dukung upaya itu,” ujar Syahrul di sela-sela penandatanganan MoU pengucuran kredit Rp3 triliun untuk Pelindo IV dari Bank Mandiri di Pelabuhan Penumpang Sukarno Hatta, Kamis 15 Oktober.

Syahrul menegaskan, jika ada PNS Pemprov Sulsel yang ditemukan menggunakan ijazah palsu hasil up data data, tidak ada ampun bagi mereka. “Pasti yang bersangkutan akan dikenakan sanksi. Sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Muh Tamzil mengatakan pihaknya belum bisa memonitor perkembangan e-PUPNS sehingga belum diketahui persentase PNS yang sudah mengisi e-PUPNS.

“Belum didapat berapa. Belum bisa kita monitor karena langsung. Masing-masing PNS langsung mengirim datanya secara online,” jelas Tamzil.

Dia mengimbau seluruh PNS untuk segera mengirimkan datanya sebelum batas waktu yang ditentukan berakhir.

“Karena jika tidak, maka dia dianggap mengundurkan diri,” ungkap Tamzil. Terkait adanya penemuan ijazah yang disinyalir palsu, Tamzil mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan itu jika memang ada yang ditemukan di lingkup Pemprov Sulsel. “Kita akan lihat persoalannya di mana,” ungkapnya. (iad)

To Top