Bina Marga Siap Diperiksa Kejati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Bina Marga Siap Diperiksa Kejati

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Indikasi korupsi dari Kejati Sulsel atas proyek Jalan Perintis-Sutami dibantah Pemprov Sulsel. Plt Kadis Bina Marga Sulsel, Hasdullah memastikan jika seluruh proyek pembebasan lahan sudah dijalankan sesuai aturan dan SOP yang ada. Hasdullah pun siap diperiksa jika Kejati mengingikannya.

Dia menjelaskan, ada dua kendala sehingga pembayaran lahan sedikit terlambat. Yang pertama, dari 30 lahan yang belum dibayarkan ada 18 bidang tanah yang berkepemilikan ganda.

“Tentu kami tak berani bayarkan sebelum perkara kepemilihan ganda selesai. Itu juga sesuai saran panitia pembebasan lahan yang diketuai BPN Sulsel,” jelas Hasdullah, Jumat 16 Oktober.

Persoalan lain, sebanyak 12 bidang tanah yang sampai saat ini belum diketahui pemiliknya. Penitia pembebasan lahan sudah mengumumkan di mana-mana tetapi tidak ada yang datang melapor. Kondisi ini pun membuat Bina Marga tak melakukan pembayaran lahan lantaran tak diketahui mau dibayar ke mana.

 

[NEXT-FAJAR]

Sebagai jalan keluar, Hasdullah mengaku sedang memproses upaya konsinyasi. Baik lahan yang berkepemilikan ganda dan tidak diketahui pemiliknya, pembayarannya akan dititip di pengadilan. Total anggaran dari lahan yang belum dibayarkan tersebut masih mencapai Rp5 miliar lebih.

“Jadi nanti ketika pemiliknya sudah jelas, BPN akan melakukan verifikasi. Setelah dinyatakan pemilik sah, kami akan langsung berikan rekomendasi untuk mencarikan di pengadilan,” tambahnya.

Soal fee dari proses pembebasan lahan, Hasdullah juga menjamin jika itu tak benar. Menurutnya, seluruh transaksi pembayaran lahan dilakukan dengan cara transfer. Makanya, pihaknya tak pernah melihat ada uang tunai.

“Saya saksikan langsung proses pembayaran lahan. Makanya kalau di Bina Marga, tidak ada sama sekali yang namanya fee,” tegasnya.

PPK Propyek Perintis-Sutami, Aries Iskandar juga menyampaikan hal senada. Ia pun tak mempersoalkan jika memang Kejati mau melakukan pemeriksaan atas pembayaran lahan pada proyek tersebut. (iad)

To Top