Idris Syukur Imbau Pendukung Tetap Sabar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Idris Syukur Imbau Pendukung Tetap Sabar

FAJAR.CO.ID, BARRU — Dugaan teror yang dialamatkan ke relawan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) dengan cara melempar rumah mendapat perhatian kandidat bupati nomor urut 3 itu. Bupati Barru 2010-2015 itu secara khusus meminta pendukung dan relawannya tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Saya berharap relawan dan pendukung AIS sabar, dan tidak mudah terpancing ketika ada yang mau memprovokasi kita dengan cara anarkis. Kita doakan mereka saja, agar tidak mengulangi perbuatannya,” imbau Idris, Jumat 16 Oktober.

Idris yang dinobatkan sebagai tokoh penggerak investasi daerah, meminta semua pihak agar bersama-sama menjaga suasana kondusif, dan tidak mengusik kententraman warga hanya karena beda pilihan.

“Beda pilihan boleh, tapi kita harus saling menghargai. Jangan jadikan momentum pilkada menebar kebencian,” tambah kandidat doktor lingkungan dan pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang itu.

 

[NEXT-FAJAR]

Idris memaparkan, karakter orang Barru tidak suka dengan cara-cara anarkis, apalagi mau dibenturkan, atau diprovokasi. Olehnya itu, pendukung dan simpatisannya diingatkan tetap menjaga kesantunan dalam bersosialisasi.

“Mari kita tunjukkan bersama, bahwa masyarakat Barru cinta damai. Persoalan kita beda pilihan, itu hal biasa dalam politik. Tapi jangan lantas perbedaan itu, membuat kita bercerai-berai, dan memutus tali silaturahmi,” harapnya.

Seperti diberitakan, relawan AIS di Jalan Sultan Hasanuddin mendapat teror yang pelakunya diduga geng motor relawan salah satu pasangan. Mereka melempar ruko yang saat itu sedang dihuni beberapa relawan Idris-Suardi, Kamis malam 15 Oktober.

Selain melempar bagian atap ruko tersebut, kelompok tersebut juga berteriak-teriak di badan jalan yang seolah-olah ditujukan ke relawan AIS.

 

[NEXT-FAJAR]

Tak hanya itu, suara motornya juga sengaja digas berulangkali hingga suara knalpotnya mengganggu pengguna jalan yang sedang melintas.

Meski demikian, aksi teror tersebut tidak sampai memancing relawan AIS untuk membalasnya, melainkan tetap menunjukkan kesabaran, kendati para pelaku teror itu memperlihatkan cara-cara tidak bersahabat.

Ketua Tim Pemenangan AIS, Andi Zulkifli Muis mengatakan, cara-cara kekerasan bukan zamannya lagi di momentum pilkada. Melainkan yang diinginkan rakyat, bagaimana pemimpin itu bisa menjaga dan melindungi rakyatnya dari tindakan anarkis.

“Teror dan ancaman tidak laku lagi di pilkada. Jauh lebih baik kita rebut simpati rakyat dengan cara adu gagasan, konsep, atau program yang ingin dijalankan jika rakyat memberikan amanah menjadi pemimpin,” tandas Andi Ijul, sapaan akrab Zulkifli. (rilis)

 

loading...
Click to comment
To Top