KPHI Minta Tender Transportasi Transparan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

KPHI Minta Tender Transportasi Transparan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pengawasan Haji Indonesia (KPHI) mendesak Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin agar transparan saat menender transportasi khususnya memilih maskapai penerbangan yang membawa dan memulangkan jemaah haji Indonesia.

Ini buntut dari seringnya delay penerbangan yang terjadi tiap tahun kala jemaah haji pulang ke Tanah Air. Tidak hanya di embarkasi Makassar yang mengalami delay, semua embarkasi rata-rata merasakan hal yang samA. Komisioner KPHI, Syamsul Ma’arif yang dihubungi, Jumat, 16 Oktober mendesak Menag untuk mengevaluasi maskapai yang digunakan.

“Saya tidak habis pikir kenapa delay terjadi. Padahal, sekarang penerbangan tidak berpusat pada satu bandara saja, tetapi dua bandara dengan dua gelombang pemberangkatan. Sepertinya ini harus dievaluasi terkhusus tender transportasi,” katanya.

Syamsul menambahkan, tidak adanya persaingan maskapai penerbangan Saudi Airlines dan Garuda membuat keduanya di atas angin. Dia mewanti-wanti Menteri Agama untuk musim haji tahun depan lebih transparan lagi.

“Kemenag harus mempertimbangkan maskapai lain. Sebut saja Emirates dan Etihad Airways. Keduanya punya pesawat lebih besar, sayang tidak bisa masuk tender karena rute penerbangannya tidak ada di Indonesia. Padahal hal itukan hanya persetujuan negara saja,” sesalnya.

Hal itu, lanjut dia, menjadi alasan kenapa tender transportasi sedikit yang ikut. “Kan jelas, alasan Kemenag begitu setiap tahun. Tapi kita akan masukkan hal ini dalam evaluasi nanti dengan DPR RI,” serunya.

Sebelumnya, Vice President Domestic Regional IV Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Rosyinah Manaf, menjelaskan keterlambatan pesawat maskapainya bukan karena pesawatnya tapi lebih karena fasilitas bandara Arab Saudi, yang antrean jemaah haji dari berbagai negara sangat panjang.

Demikian pula dalam pemuatan barang jemaah yang membutuhkan proses yang cukup lama. “Kita selalu on time. Untuk airlines kami sendiri, itu tidak ada masalah,” bebernya. (dly/wik)

loading...
Click to comment
To Top