Mau Tahu Perjalanan Masashi Kishimoto Dalam Pembuatan Naruto? Berikut Petikan Wawancaranya… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Mau Tahu Perjalanan Masashi Kishimoto Dalam Pembuatan Naruto? Berikut Petikan Wawancaranya…

FAJAR.CO.ID, NEW YORK – Bagi kalian penggemar Manga, Masashi Kisihimoto dan Naruto tidak perlu dijelaskan lagi bagi kalian siapakah mereka. Itu hanyalah salah satu seri manga yang paling popular yang pernah dibuat, tidak hanya di Jepang, tetapi di seluruh dunia.

Masashi Kishimoto pertama kali membuat Naruto sebagai manga dalam bentuk one-shoot pada tahun 1997, seiring nya waktu maka ditambahkan sebagai seri mingguan untuk Weekly Shonen Jump pada tahun 1999. Asal cerita manga yang dibuat Masashi Kishimoto berasal kisah seorang ninja muda yang yatim piatu yang di dalam tubuhnya memiliki kekuatan Bijuu rubah ekor Sembilan yang tersegel di dalam tubuhnya dan jalan kehidupannya dari menjadi anak nakal dan usil dan mempunyai keinginan atau cita-cita untuk menjadi seorang pemimpin ninja yang kuat di desanya yang di kenal dengan istilah Hokage.

Manga ini adalah merupakan kisah cerita yang sungguh epic dan luar biasa, yang telah di bentuk dalam komik mencapai 72 volume serta terdiri dari 700 chapter. Dan dari Manga ini juga telah diadaptasi dalam bentuk serial anime TV dan film, video game dan novel, dan merupakan salah satu novel yang terlaris yang pernah ada selain manga atau komik nya itu sendiri.

Disinyalir oleh sumber animenewsnetwork.com, untuk kunjungan pertama kalinya Masashi Kishimoto ke Amerika utara, tepatnya New York City untuk berkunjung ke New York Comic-Con,Viz Media selaku penyenggelara mengatur acara pertemuan bagi para penggemar untuk bertemu dan bertanya langsung dengan sang pencipta manga Naruto tentang komiknya dan rencana kedepannya.

Pada Rabu malam, sebelum dimulainya acara New York Comic-Con, Kishimoto adalah tamu khusus di acara Apple Store di pusat kota New York. Ini adalah sebuah acara, acara yang berlangsung terdapat kurang dari 100 orang dapat menghadiri dan melihat secara langsung Kishimoto sendiri.

Moderator untuk acara ini adalah Chirstoper Jagal, Direktur Toronto Comic Art Festival (TCAF). Diatas panggung tersebut ia bersama dengan Jo Otsuki, sang editor manga naruto dari majalah Weekly Shonen Jump dan Mari Morimoto, sang penerjemah untuk acara ini, dan juga penerjemah untuk edisi bahasa Inggris Viz Media dari manga Naruto.

[NEXT-FAJAR]

Dalam acara jumpa fans ini para awak media pers ataupun para pengungjung setempat tidak diperkenankan untuk mengambil gambar berupa foto. Menurut sumber disinyalir disana Kishimoto sendiri adalah seorang pria yang tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk, layaknya seorang pria yang baru saja menginjak usia 40 tahun. Pada saat tampil untuk pertama kali tampak nya ia sedikit tenang, tapi ramah dan sungguh santai dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari para fans dengan sedikit lelucon dan penuh humor.

Butcher mulai dengan bertanya dengan Kishimoto apakah ia menyadari bahwa naruto membawa dampak bagi para penggemar di seluruh dunia, dan serta perannya sebagai “duta Jepang” untuk Amerika. Kishimoto tertawa, mengatakan bahwa ia piker itu sungguh luar biasa, bahwa penggemar di Amerika Utara tertarik dengan manga dan kebudayaan Jepang, dan bahwa dia pikir kebanyakan orang akan lebih akrab dengan “Naruto” sebagai bahan dalam ramen daripada manga nya itu sendiri “Naruto sang Ninja”.

Kishimoto menjelaskan kembali tentang bagaimana ia mulai dari awal membuat manga untuk Jump. Dia juga menjelaskan bahwa ia telah banyak beberapa kali mencoba untuk membuat manga. Pada saat dia melihat beberapa karya dari mangaka lainnya di majalah Weekly Shonen Jump membuat ia kurang percaya diri untuk menerbitkan karya pertama dia disana.

Setelah banyak yang meleset dari karya manga pertamanya, Kishimoto mengatakan bahwa sang editornya lah yang mendorong dia untuk memberikan sesuatu yang lain pada manganya. Dan pada akhirnya manga pertama nya Naruto yang di ciptakan dalam bentuk One-Shoot itu akhirnya diterima di kalangan para penggemar Manga di Jepang hingga akhirnya Naruto menjadi seri mingguan yang terbit di majalah Weekly Shonen Jump yang kita kenal dan cintai hingga hari ini.

Butcher juga mengagumi gaya sinematik Kishimoto dalam menggambar. Kisihimoto menjelaskan bahwa gaya menggambar dia terinspirasi oleh para masternya para manga, termasuk Akira Toriyama (Dragon Ball), Katsuhiro Otomo (Akira) dan Hiroaki Samura (Blade of Immortal). Kishimoto menyatakan kekagumannya untuk Star Wars, dan film serta komik Amerika Seperti Spider-Man, Iron Man dan Batman.

Dia juga berbicara tentang persaingan yang sehat dan ramah layaknya sebuah pertemanan dan sahabat dengan Eiichiro Oda, mangaka pencipta One Piece.

[NEXT-FAJAR]

One piece sendiri debutnya sekitar setahun lebih awal dari Naruto, meskipun usia manga yang kami buat tidak berselisih jauh. Dia ( Eiichiro Oda ) telah mengalahkan saya untuk itu. Aku pada awalnya sangat iri padanya, namun pada saat yang sama, saya ingin tidak hanya menjadi seperti dia, tapi saya ingin melampaui dia. Dalam beberapa hal saya merasa seperti alasan Naruto mampu dipublikasikan dan dapat berhasil adalah karena One Piece.

“Mungkin kami berdua ini didukung dan diperkuat satu sama lain selama bertahun-tahun dan menyebabkan kami keduanya mencapai keberhasilan karena itulah kami berdua memiliki persaingan itu. Ketika salah satu diantara kami melakukan sesuatu, yang lain harus keluar melakukan yang lain (dalam arti mencari sebuah inspirasi ide untuk cerita selanjutnya yang bisa membuat menyedot perhatian para pencinta manga sendiri ), dan itu akan terus berlanjut pada seri-seri berikutnya,” katanya.

Kishimoto kemudian menjelaskan bagaimana proses dalam dia menggambar dan ia mengungkapkan bahwa seluru proses menggambar dimulai dari sketsa dan storyboard kasar untuk menyelesaikan hasil karya seni itu semua dilakukan dengan tangan, bukan dengan menggunakan proses digital.

“ Aku sebenarnya cukup analog. Saya tidak bisa menggambar manga digital sebelumnya sama sekali. Kami mendapatkan stiker ini (menunjukan stiker bergambar Naruto) dengan nada yang berbeda dan nuansanya. Ini bukan hanya saya yang melakukannya,tapi asisten saya. Tapi kami bersama-sama dan merasa lebih senang jika menggambar dengan cara manual.

Tapi Kishimoto punya sedikit saran untuk bagi para pencipta atau pembuat komik baru masa depan nanti.

“Saya tidak menyarankan menggambar dengan metode manual lagi. Ini cukup banyak menyita banyak waktu dan menyita banyak pekerjaan yang harusnya dapat di lakukan. Saya merekomendasikan, bagi kalian yang baru memulai atau belum mulai, untuk mencoba menggambar melalui digital…”

Namun ia juga memperingatkan dari batas kekurangan alat digital untuk pembuatan komik. “Tidak ada perangkat lunak diluar sana, tidak ada teknologi digital yang akan membantu anda membuat cerita yang lebih baik dari pada manual,”katanya.

[NEXT-FAJAR]

Bakuman, sebuah manga yang dibuat oleh mangaka Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata juga disebutkan dalam pembicaraan mereka. Ketika ditanya apakah Bakuman adalah representasi akurat dari apa rasanya menjadi pencipta manga Shinen Jump, Kishimoto menjawab, “ Saya pasti punya pengalaman memiliki editor berteriak padaku, terutama tentang tenggat waktu. Saya kira sekitar dari 99% itu kemungkinan benar.

“Jadi apa yang 1% itu tidak benar?” Aku benar-benar tidak berpikir soal itu layak untuk siswa SMA yang benar-benar membuatnya professional dan masih pergi ke sekolah pada saat yang sama! Namun yang pasti saya harus bekerja bahkan ketika aku sakit,” tambahnya.

Jadi apa yang Kishimoto lakukan selama istirahat yang memang layak ia mendapatkannya ketika manga terbitan mingguannya itu libur. Untuk satu hal, dia mengurus kesehatannya dari dia jogging dan latihan beban. Dia juga menghabiskan masa liburnya itu dengan berkumpul kembali dengan keluarganya. Dia menyebutkan bahwa film Boruto terinspirasi sebagian dari hubungannya dengan anak-anaknya. Kishimoto menegaskan bahwa proyek manga berikutnya mungkin akan menjadi cerita sci-fi, tapi memilih untuk tidak berbagi rincian lebih lanjut mengenai rencana nya tuk kembali berkarya, karena dia tidak ingin orang lain mengambil ide dan menjalankannya dihadapannya.

Setelah malam berakhir di acara tanya jawab dengan para penonton, Kishimoto dibawa pergi. Berikut ini adalah wawancara eksklusif terjadi sehari setelah acara pertama di Apple Store di SoHo, tapi sebelum dirinya tampil di pertunjukan acara tersebut yang di hadiri oleh 2.000 fans di New York Comic-Con.

Dengan bantuan penerjemah Mari Morimoto ( yang diterjemahkan juga oleh VIz Media dari edisi Naruto ) dan Jo Otsuki, editor Kishimoto dari Weekly Shonen Jump, kita berbicara tentang reaksi Kishimoto untuk pertemuan pertama kalinya dengan fans berasal dari luar negeri-nya, apa yang dilakukan dan selama tidak ada di dunia naruto, bagaimana Boruto terinspirasi dari hubungannya dengan anak-anaknya, dan dia membocorkan sedikit mengenai karya yang akan dia buat selanjutnya.

Saya tahu ini adalah perjalanan pertama anda ke acara komik diluar negeri, bagaimana rasanya mendapatkan rasa antusiasme dari para fans anda di luar negeri di pertunjukan acara Apple Store kemarin, dan sejauh hari di New York Comic-Con?

[NEXT-FAJAR]

Masashi Kishimoto : Ini adalah pengalaman yang luar biasa, pengalaman yang sangat menarik dan menyenangkan!

Aku tahu dan anda juga pasti tahu bahwa Naruto sangat popular di seluruh dunia, tapi seperti yang saya mendengar anda di Apple Store tadi malam, aku punya perasaan bahwa ini tidak benar-benar, terasa nyata untuk anda. Apa yang anda pikirkan sekarang, bahwa anda telah bertemu dengan beberapa fans anda?

Masashi Kishimoto : tentu saja, saya telah diberitahu mengenai hal itu bahwa Naruto sungguh popular di luar negeri, tapi itu benar-benar tidak merasa nyata bagi saya hingga sampai sekarang, bahkan sekarang, itu masih belum cukup mengenai saya belum. Saya merasa seperti bahkan orang-orang mengatakan bahwa banyak orang yang ingin melihat saya, saya merasa mungkin itu sudah disettingkah sebelumnya?

(Tertawa) Apa yang anda maksud dengan hal itu?

Masashi Kishimoto : seperti ketika ada penonton di studio, ketika anda syuting sitkom ?

Maksudmu seperti penonton palsu atau bayaran?

Masashi Kishimoto : yah seperti itu lah

Astaga! (tertawa ) Ketika saya mengatakan kepada orang-orang bahwa saya akan melakukan wawancara ini. saya punya begitu banyak komentar seperti.”Aku sangat iri kepada anda bahkan berada di atmosfer yang sama seperti Kishimoto-sensei!”

Masashi Kishimoto: Aku benar-benar tidak merasa seperti itu masih dalam keadaan sulit, bahkan sekarang.

Wow. Nah, anda pasti mendapatkan rasa hari ini pada acara sore hari ini di NYCC! Jadi saya ingin menindaklanjuti dengan beberapa hal yang anda katakana tentang penggaruh dari artistik anda dari berbincangan anda di Apple Store tadi malam. Terutama anda menyebutkan Dragon Ball oleh Akira Toriyama, Akira oleh Katshuhiro Otomo, dan Bilah Immortal oleh Hiroaki Samura. Apa yang anda ambil dari cara mereka bekerja? Apa yang anda sukai tentang cara mereka bekerja?

Masashi Kishimoto: Saya akan mengatakan, saya mungkin telah mengambil sedikit masing-masing dari mereka, dan mungkin sedikit hal yang sedikit berbeda dari masing-masing mereka. Misalnya, dengan Dragon Ball, saya membaca manga itu ketika saya masih di sekolah dasar. Apa Dragon Ball mengajarkan saya mengenai apa yang menyenangkan tentang manga, apa yang membuat cerita menyenangkan di manga. Bahkan, saya membacanya seperti  menunggu update tiap minggunya di weekly Shonen Jump, sehingga benar-benar mengajarkan saya apa hiburan dan bagaimana untuk menjaga rasa penonton terpikat dan tentu saja seni mempengaruhi saya juga tentunya.

Apa yang anda pelajari dari membaca karya Hiroaki Samura – Sensei ini?

[NEXT-FAJAR]

Saya pikir Samura-Sensei benar-benar mengajarkan saya tentang kerajinan mengenai pembuatan manga, dalam hal apa yang keren. Terutama dalam hal adegan pertarungan, ia benar-benar mengajarkan saya pentingnya adegan pertarungan. Dalam adegan halaman splashnya, banyak kali dia tidak focus pada wajah karakter ia biasanya berfokus pada tangan mereka. Dia mengajarkan saya bagaimana seseorang dapat focus pada tangan dan betapa pentingnya ekspresi hanya bisa menggunakan tangan.

Oh, itu menarik. Ini juga memunculkan pertanyaan yang menarik tentang dunia Naruto – Bilah Immortal adalah cerita samurai yang sangat tradisional di Jepang, sementara dunia ninja anda sangat fantastis. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal itu?

Masashi kishimoto: Tentu saja, seorang ninja yang realistis adalah seseorang yang memakai pakaian serba hitam dengan mata nya saja yang terlihat, jenis ini seperti mengintai dalam bayang-bayang di kegelapan dan mereka pembunuh. Menurutku itu keren dengan caranya sendiri, tapi itu belum tentu sesuai atau benar-benar membuat serangkaian untuk Shonen Manga. Semacam cerita itu, akan menjadi genre yang berbeda. Jadi aku berpikir tentang apa yang akan sesuai untuk tidak hanya seri manga Shonen, melainkan serangkaian manga Jump Shonen. Saya pikir, saya ingin mengambil ide yang berlawanan dengan opini diatas dan memerankan karakter ninja ini menggunakan warna oranye sebagai karakter utamanya.

(tertawa) Ya! Saya mengatakan tentang pakaian warna oranye terang Naruto sangat tidak mirip dengan seseorang ninja pembunuh!

Masashi Kishimoto: Ini adalah seragam jumpsuit oranye dan Naruto pergi “Hei, Aku disini! “ yang benar-benar kebalikan dari bagaimana seorang ninja harus bersikap! Ini sebuah paradox. Tapi kupikir. “ mengapa tidak membuat ini dengan jenis lain dari ninja sejati?’ tentu saja, aku punya beberapa penggemar berat ninja lainnya dan mereka berkata “ ini sungguh tersesat.” (tertawa) mereka benar-benar marah karena ini bukan bagaimana ninja seharusnya!

Hal lain yang menarik tentang dunia Naruto adalah bahwa ada teknologi, seperti cara untuk melihat video, berkomunikasi jarak jauh itu pasti bukan sesuatu yang ada di era samurai tradisional Jepang, melainkan khas modern ninja Jepang sendiri. Baik apa yang pasti tidak ada di dunia Naruto itu sendiri?

Masashi kishimoto: ini benar-benar akan memakan waktu terlalu lama untuk membahas seluk-beluk rincian mengenai hal itu tapi misalnya salah satu hal yang saya berfokus pada adalah bahwa apapun yang tidak mungkin untuk menciptakan atau untuk melakukan, menggunakan keterampilan ninjustu, ninja saja saya tidak akan mengembakan untuk didunia naruto butuh latihan dalam pengembangannya juga.

[NEXT-FAJAR]

Mari Morimoto (penerjemah ): jadi saya dibesarkan oleh fakta bahwa di dalam cerita ketika Naruto menjadi hokage ketujuh dalam cerita sekuel scarlet spring, ada yang satu baris ketika naruto mengeluh tentang bagaimana sasuke telat menyampaikan informasi dan shikamaru mengatakan.” Oh, tapi dia pergi ke daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau oleh sinyal”

Aku bertanya dengan Kishimoto-sensei tentang itu dan dia berkata “yah, kau tahu, aku ingin menunjukan waktu yang telah berlalu. Jadi beberapa hal yang mungkin telah di kembangkan dalam waktu intervensi antara chapter terakhir dari naruto dan lima belas tahun kemudian ketika dia menjadi hokage ketujuh. Juga, ada fakta bahwa cerita diatur selama masa damai itu, sehingga sekarang ada lebih banyak uang yang tersedia, karena dana yang didorong ke dalam perang sekarang dapat digunakan untuk hal-hal seperti mengembangkan teknologi.

Jadi lain hal yang menurut saya tentang percakapan anda dengan Chris Butcher semalam ketika anda menyebutkan bahwa anda membuat beberapa kali mencoba untuk membuat manga hit shonen sehingga sampai anda membuat naruto. Apa yang terdengar seperti waktu yang mengecewakan dalam karir anda?

Masashi Kishimoto: aku tidak tahu apakah aku pernah benar-benar tertekan selama waktu itu! (tertawa) saya selalu memiliki pikiran di belakang kepala saya sehingga mereka menolak saya kali ini, aku tahu aku akan menjadi mangaka suatu hari nanti. Ternyata itu semua benar, aku cumin hanya akan pindah. “ sebagian karena saya pikir itu satu-satunya hal yang saya harus memasarkan diri. Mungkin yang membuat saya sedikit naïf atau bodoh.” (tertawa).

Mari Morimoto: Saya katakan kepadanya, “ itu sangat seperti sikap Naruto”( yang pantang menyerah )

(Tertawa) Itu benar! Sehingga sebagian besar cerita di Naruto dari sudut pandang dia memang sebagai tokoh yang sangat sentral. Namun, ada banyak karakter yang berbeda dan menarik di Naruto. Itu yang membuat saya bertanya-tanya, akan naruto menjadi cerita yang sama sekali berbeda jika diberitahu dari pandangan karakter lain? Jika anda bisa menceritakan kisah dari perspektif lain, ala Rashomon, yang karakter yang akan anda pilih untuk memberitahu versi yang berbeda dari cerita Naruto dari sudut pandang mereka?

Masashi Kishimoto: saya kira salah satu kemungkinan, akan menulis cerita dari sudut pandang Sasuke, atau bahkan sang mentor, guru terutama seperti Jiraiya, karena ada perbedaan tiap generasi disana juga.

Bagaimana ceritanya akan berbeda jika anda mengatakan itu ini dari sudut pandang karakter ?

Masashi Kishimoto: ini benar-benat datang begitu saja tetapi, misalnya jika saya harus menggambar cerita dari sudut pandang Jiraiya, dari apa yang telah kita lihat dari Jiraiya dia sangat… tidak begitu banyak mengambarkan, dia sombong tapi bisa dibilang dia terlalu percaya diri dan sangat terampil dalam jutsu. Tapi disaat ketika ia masih muda, ketika dia tidak benar-benar tahu tentang banyak dan dia agak bodoh juga. Sehingga akan menarik untuk menunjukan kontras itu. (robby)

loading...
Click to comment
To Top