Posko Relawan AIS Dilempari Batu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Posko Relawan AIS Dilempari Batu

FAJAR.CO.ID, BARRU –– Posko relawan pasangan bupati–wakil bupati Barru Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) menjadi sasaran pelemparan orang tak dikenal, Kamis 15 Oktober sekitar pukul 22.00 Wita.

Pelakunya diduga dilakukan kawanan di posko pemenangan yang terletak di Jl. Sultan Hasanuddin atau tepatnya di depan bangunan SPBU yang tidak difungsikan.

Berulangkali atap ruko berlantai 2 tersebut terdengar suara batu dari arah bagian depan ruko tersebut yang diduga sekelompok geng motor yang sering mangkal hingga dinihari.

“Awalnya saya tidak menghiraukan. Tapi lama-lama, bunyi di bagian atap sering terdengar, sehingga saya mengintip di bagian depan. Ada beberapa orang yang lari menuju bagian depan salah satu kelompok yang saya curigai pelaku pelemparan,” ujar relawan AIS, Faisal, Jumat 16 Oktober.

Setelah kejadian itu, “geng motor” yang dicurigai sebagai pelaku pelemparan berkumpul di badan jalan, sembari berteriak-teriak dan membunyikan motornya yang mengusik ketenangan warga, dan sudah menjurus ke tindakan anarkis.

 

[NEXT-FAJAR]

Berdasarkan pantauan, kelompok geng motor yang diduga relawan salah satu pasangan, baru sekitar satu bulan sering nongkrong di bangunan ruko yang sudah lama tidak terpakai, dan hampir setiap hari keluar-masuk dengan tidak mengenakan helm. Begitu juga, suara knalpotnya sengaja dibesarkan.

Terkait teror itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan AIS, Andi Wawo, meminta pendukung, relawan dan simpatisan Idris-Suardi untuk tidak terpancing, apalagi sampai membalasnya. “Kita doakan saja semoga geng motor itu dikembalikan ke jalan yang benar,” imbau Andi Wawo.

Wakil Ketua DPRD Barru itu menguraikan, karakter orang Barru dikenal santun, dan menjaga suasana kondusif. Sehingga ia berharap, teror yang bisa mengancam keamanan diharapkan tidak dibalas dengan menggunakan cara-cara anarkis. ”

Pendukung dan relawan AIS harus menjaga diri agar tidak terpancing atau emosional menanggapi setiap ada teror ang mengancam keamanan. Biarkanlah aparat keamanan mengurusi itu, agar ketentraman warga bisa terjalin,” harapnya.

 

[NEXT-FAJAR]

Juru Bicara AIS, Arif Saleh menambahkan, pihaknya sejak awal memang selalu meminta dan menghimbau pendukng dan relawan untuk tetap bersabar jika ada teror, ancaman, atau ada yang menjelek-jelekkan AIS.

“Orang berpendidikan itu selalu mengedepankan otak dan bukan otot. Dan Tim AIS memang sejak dulu menghimbau tidak melakukan atau menggunakan cara-cara anarkis dalam bersosialisasi. AIS juga menghargai perbedaan pilihan,” pungkasnya. (rilis)

 

Click to comment
To Top