Solusi Atasi Masalah dengan Suami – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Solusi Atasi Masalah dengan Suami

FAJAR.CO.ID – Terkadang anda masih sering merasa kesulitan saat harus terlibat perdebatan dengan suami, bukan? Berdebat atau bertengkar itu wajar dalam suatu hubungan. Namun, para peneliti menilai bahwa banyak pasangan yang semakin sering bertengkar, dan lebih sibuk memenangkan pertengkaran dibandingkan memecahkan masalah, seiring dengan bertambahnya usia pernikahan.

Tapi tenang, Anda bisa memperbaiki itu semua . Dari yang dilansir dari goodhousekeeping.com, terapis Sue Johnson Ph D, sekaligus penulis Hold Me Tight membagikan tips untuk menggantikan kebiasaan buruk saat bertengkar yang selama ini Anda lakukan.

Kebiasaan Buruk: Sibuk membela diri segera setelah suami selesai mengungkapkan pembelaannya.
Cara Memperbaiki: Saat suami bicara, ada baiknya jika Anda mendengarkan baik-baik, daripada sibuk mempersiapkan pembelaan diri dalam pikiran Anda. Setelah suami selesai berbicara, Anda akan dapat merespon dengan mudah dan bijaksana jika sebelumnya serius mendengarkan kalimat demi kalimat darinya.

Kebiasaan Buruk: Terus berkata dengan nada tinggi hingga suami berkata “Oke, kamu memang benar”.
Cara Memperbaiki: Buat kesepakatan dengan suami, tiap kali beradu pendapat, hindari kata benar-salah, kalah-menang. Berusaha memenangkan perdebatan sambil terus menentukan siapa yang salah akan membuat hubungan Anda dengannya semakin jauh.

Kebiasaan Buruk: Bertengkar hebat hingga larut malam, tanpa ada solusi yang jelas di akhir pertengkaran.
Cara Memperbaiki: Cobalah menawarkan perdamaian. Jika Anda enggan minta maaf atau mengaku salah, cobalah katakan “Aku masih marah, tapi aku tidak ingin melukaimu. Kita bicarakan lagi besok ya?”.

Kebiasaan Buruk: Menghindar saat Anda sudah selesai mengungkapkan sesuatu, atau sudah mendapatkan pengakuan yang Anda inginkan.
Cara Memperbaiki: Menghindar atau menarik diri dari pertengkaran seolah menunjukkan bahwa tidak masalah bagi Anda jika hubungan itu harus diakhiri. Jadi, jangan memperburuk suasana dengan melakukan hal itu. Lebih baik katakan, “Aku sudah kehabisan kata-kata, dan sebagian kecil dari diriku sudah tidak ingin bicara lagi”. Lalu tetaplah di sana, hingga Anda siap berbicara atau mendengarkan lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top