Luhut akan Kaji Aduan VSI Soal Kejagung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Luhut akan Kaji Aduan VSI Soal Kejagung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT Victoria Securities Indonesia (VSI) melaporkan Kejaksaan Agung kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Kemanan, Luhut Binsar Panjaitan melalui surat aduan yang dikirimnya.

‎Hal ini karena pada tanggal 9 Oktober lalu tim Satgasus Pemberantasan Korupsi Kejagung kembali sambangi kantor PT Victoria Securities Indonesia (VSI) untuk lakukan penyitaan dengan dalih mengembalikan barang sitaan.

‎Bukannya kembalikan barang sitaan sebelumnya, tim Kejagung malah kembali sita barang-barang yang baru saja dikembalikan, dengan tidak menunjukkan surat penetapan penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

‎”Pada 9 Oktober 2015, tim Satgasus Pemberantasan Korupsi Kejagung, kembali mendatang kantor klien kami secara bergerombolan dengan dalih akan mengembalikan barang-barang yang telah disita pada saat melakukan penggeledahan dan penyitaan secara liar tanpa izin pada 12, (13), 14 dan 18 Agustus 2015,” begitu penggalan surat aduan PT VSI ke Menkopolhukam.
‎Karena itu, PT VSI menganggap Kejagung  telah melakukan pelanggaran hukum karena tidak patuhi putusan praperadilan Nomor 81/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL pada 29 Agustus lalu.

‎Ketika dikonfirmasi, Menko Luhut katakan akan mengkaji pengaduan PT VSI tersebut. ‎”Iya nanti saya cek. Kalau itu dilakukan, iya nanti kita cek,” kata Luhut, Jakarta, Jumat (16/10).‎(sam/rmol)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nasional

Luhut akan Kaji Aduan VSI Soal Kejagung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – PT Victoria Securities Indonesia (VSI) melaporkan Kejaksaan Agung kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Kemanan, Luhut Binsar Panjaitan melalui surat aduan yang dikirimnya.

‎Hal ini karena pada tanggal 9 Oktober lalu tim Satgasus Pemberantasan Korupsi Kejagung kembali sambangi kantor PT Victoria Securities Indonesia (VSI) untuk lakukan penyitaan dengan dalih mengembalikan barang sitaan.

‎Bukannya kembalikan barang sitaan sebelumnya, tim Kejagung malah kembali sita barang-barang yang baru saja dikembalikan, dengan tidak menunjukkan surat penetapan penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

‎”Pada 9 Oktober 2015, tim Satgasus Pemberantasan Korupsi Kejagung, kembali mendatang kantor klien kami secara bergerombolan dengan dalih akan mengembalikan barang-barang yang telah disita pada saat melakukan penggeledahan dan penyitaan secara liar tanpa izin pada 12, (13), 14 dan 18 Agustus 2015,” begitu penggalan surat aduan PT VSI ke Menkopolhukam.
‎Karena itu, PT VSI menganggap Kejagung  telah melakukan pelanggaran hukum karena tidak patuhi putusan praperadilan Nomor 81/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL pada 29 Agustus lalu.

‎Ketika dikonfirmasi, Menko Luhut katakan akan mengkaji pengaduan PT VSI tersebut. ‎”Iya nanti saya cek. Kalau itu dilakukan, iya nanti kita cek,” kata Luhut, Jakarta, Jumat (16/10).‎(sam/rmol)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top