Pimpinan Dewan Bulukumba Tidak Gentar Dilaporkan LSM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Pimpinan Dewan Bulukumba Tidak Gentar Dilaporkan LSM

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Tudiengan keterlibatan pimpinan dewan dalam pekerjaan proyek terus menggelinting di Butta Panrita Lopi. Ancaman aktivis LSM melaporan ke polisi ditanggapi santai pimpinan dewan. Bahkan Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki kukuh membantah keterlibatan anggota dewan dalam proyek.

Menurut dia, dalam mekanisme penganggaran, DPRD hanya mengusulkan program berdasarkan hasil reses di daerah pemilihan masing-masing.  “Tidak pernah ada anggota dewan yang kerja proyek. Kita hanya usulkan ke Dinas Tata Ruang. Kalau itu, tanya langsung ke Tata Ruang teknisnya,” ujarnya.

Sikap santai juga diperlihatkan Ketua Komisi D, Fahidin HDK.  Menurut dia, bukti yang dimiliki Lidik hanya surat  yang tidak dijamin keasliannya. Tidak diketahui instansi terkait dan tidak dilengkapi tanda tangan kepala dinas.

[NEXT-FAJAR]

Data tersebut juga harus dikrosecek ulang, seperti temuan soal proyek pavingblok di kampus Akper yang disebut-sebut nilainya Rp40 juta, ternyata realisasi Rp50 juta. “Kalau saya lihat itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Karena yang dimiliki Lidik sama sekali tidak diketahui Dinas Tata Ruang,” katanya.

Politikus Partai Kabangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, data yang dimiliki Lidik tidak memiliki pengaruh apapun. Program yang diusulkan anggota dewan berdasarkan aspirasi masyarakat yang disingkronisasikan dengan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Ini gunanya reses, anggota DPRD dalam rangka pengawasan selalu mengingatkan eksekutif. Kalau ada nama (seperti kode) merupakan aktualisasi diri saja, bukan berarti proyek miliknya. Wajar  sebagai politisi ingin namanya tetap baik-baik. Yang salah kalau ada yang kerja proyek. Kalau memperjuangkan pembangunan itu wajar karena itu janji ke masyarakat,” tuturnya. (taq)

loading...
Click to comment
To Top