Mahasiswa UIN Alauddin Berbaur Langsung dengan Kehidupan Nelayan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Mahasiswa UIN Alauddin Berbaur Langsung dengan Kehidupan Nelayan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Puluhan mahasiswa prodi ilmu politik, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik  UIN Alauddin Makassar peserta mata  kuliah sosiologi maritim,  Sabtu-Minggu, 18-19 Oktober 2015 menggelar pengamatan lapangan pada masyarakat nelayan terkait dinamika sosial ekonomi di di pulau-pulau di Selat Makassar yakni; Lumu-lumu, Baranglompo dan Bonetambu.

Mahasiswa selama berbaur dan berinteraksi dengan warga di tiga pulau itu didampingi Dr.Ahdan Sinilele, M.Si yang juga dosen penanggungjawab mata kuliah sosiologi maritim, ditemui Senin, 19 Oktober 2015 di kampus UIN Alauddin Samata Gowa.

Pengamatan mahasiswa menyaksikan langsung betapa dahsyatnya derita kemiskinan nelayan. Berangkat melaut di tengah malam dan kembali ke darat jelang pagi dengan  hasil tangkapan tidak seberapa. Selain itu sarana dan fasilitas dasar juga terbatas termasuk air bersih yang sangat terbatas, tegas doktor sosiologi maritim PPs Universitas Airlangga Surabaya ini.

Lebih menyedihkan lagi, pendidikan anak-anak pulau yang kurang diperhatikan, ada sekolah jenjang SD dan SMP tetapi sarana dan guru yang sangat terbatas. Belum lagi kesehatan lingkungan yang juga sangat buruh pembenahan. Realitas sosial itu terekam dengan baik pada memori mahasiswa yang melakukan kunjungan pengamatan lapangan, tegas magister sosiologi PPs-UNHAS ini.

Mantan Wakil Rektor III Universitas Sawerigading Makassar ini mengatakan kehadiran mahasiswa UIN ke pulau sekalian mendekatkan mereka dengan fakta dan realitas  sosial masyarakat maritim dengan segala problema dan dinamika yang mengitarinya. Selama di pulau,  mahasiswa dapat secara langsung mengamati pola-pola kehidupan, termasuk penangkapan  ikan, proses olah ulang hasil tangkapan serta kondisi lingkungan alam di pulau itu.

Sekembali dari pulau para mahasiswa itu ditugaskan menuliskan laporan kemudian menjadi bahan diskusi selama dalam proses pembelajaran di kelas. “Pola pembelajaran dengan mengajak langsung mahasiswa ke tengah masyarakat, akan lebih memudahkan mahasiswa mengerti teori sosiologi maritim serta kenyataan yang ditemukan di tengah masyarakat,” tandas Ahdan. (*/wik)

loading...
Click to comment
To Top