Polisi Usut Pungutan Sertifikasi Guru Di Bulukumba – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Polisi Usut Pungutan Sertifikasi Guru Di Bulukumba

FAJAR.CO.ID, BULKUMBA — Adanya dugaan pungutan terhadap dana sertifikasi kasi guru mulai sampai kepihak kepolisian polres Bulukumba, bahkan satuan tindak pidana korupsi (Tipikor) polres Bulukumba di kabarkan telah melakukan penyelidikan dan telah memeriksa beberapa saksi.

Informasi yang di himpun FAJAR.CO.ID kalau laporan adanya dugaan pungutan terhadap para guru penerima aspirasi direspon cepat oleh pihak kepolisian, dengan langsung turun mencari bukti di lapangan, bahkan beberapa orang dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Bulukumba telah di mintai keterangan.

Sumber yang di himpun, salah satu penyidik di mapolres Bulukumba mengatakan kalau saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan data ful baket terhadap dugaan pemotongan dana sertifikasi ini, karena kuat dugaan hal ini sudah lama terjadi di setiap penerimaaan dana sertifikasi guru.

Sementara itu Kasubag Humas Polres Bulukumba AKP H Syarifuddin yang dimintai keterangan terkait informasi ini kemarin mengatakan kalau memang pihak kepolisian telah mendapatkan informasi kalau ada dugaan pemotongan dana sertifikasi guru, sehingga pihakakan akan segera melakukan penyelidikan.

 

[NEXT-FAJAR]

“Kami baca dimedia massa dan informasi kalau memang ada dugaan pempotongan dana sertifikasi guru, sehingga penyidik melakukan proses penyelidikan saat ini” kata Syarifuddin, senin 19 Oktober.

Polisi berpangkat tiga balok ini mengatakan untuk sementara penyidik masih mencari keterangan dari beberapa sumber termasuk meminta agar para guru yang merasa telah di potong sertifikasinya untuk tidak takut mengadukan dan melaporkan ataupun memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Silahkan datang melapor ke polres kalau memang ada guru sertifikasi yang telah di mintai pungutan, kami akan lindungi para pelapor, danm jangan takut untuk datang melapor” kata Syarifuddin.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba, diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap guru penerima sertifikasi senilai Rp250.000 setiap orang. Bagi guru tidak membayar terancam akan digugurkan dari penerima sertifikasi. (taq)

 

To Top