Warung Ratu A. Karla Dibongkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Warung Ratu A. Karla Dibongkar

BOYOLALI, RAJA – Warung makan yang menjadi usaha Darino alias Ratu Airin Karla bersama Dumani, dibongkar Jumat (16/10). Warung di jalur lingkar utara Boyolali, Dukuh Wates, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Boyolali itu dibongkar atas kesepakatan warga dengan Dumani dan Darino.

“Tidak ada paksaan dalam pembongkaran warung itu. Sebelumnya sudah ada kesepakatan,” kata Muhammad Jupri (40), warga setempat, yang juga pemilik lahan yang disewa Dumani dan Darino untuk mendirikan warung tersebut.

Menurut Jupri, sebelum warung itu dibongkar sudah ada musyawarah yang digelar di rumah ketua RT 04/08, Dukuh Wates. Dumani juga hadir dalam musyawarah tersebut. Sedangkan Darino tidak hadir meski juga diundang.

Musyawarah itu diselenggarakan untuk merespon polemik yang berkembang di masyarakat saat ini. Yaitu menyikapi polemik berkait hajatan tasyakuran yang digelar Darino dan Dumani, Sabtu (10/10) lalu. Hajatan yang dikemas seperti resepsi sebuah pernikahan itu menuai polemik dari masyarakat dan dianggap sebagai pernikahan sesama jenis.

Dalam tasyakuran unik bertajuk “Bersatunya Ratu Airin Karla dan Dumani” tersebut, Ratu Airin Karla yang merupakan nama samaran Darino dan sejak kecil berpolah feminim, mengenakan kebaya dengan riasan bak pengantin perempuan. Sedangkan Dumani mengenakan jas, peci dan berkalung ronce bunga melati.

Selain menjadi topik hangat di media sosial, tasyakuran tersebut juga menuai reaksi keras dari sebagian masyarakat. Jumat (16/10) lalu, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Umat Islam Boyolali (FUIB) berunjuk rasa di DPRD Boyolali. Mereka meminta pemerintah dan penegak hukum mengusut acara tasyakuran itu.

Warga khawatir aksi demo dari sejumlah ormas itu kemudian mendatangi warung makan milik Dumani dan Darino tersebut. “Warga khawatir kalau warung itu tiba-tiba diserbu ormas tertentu,” kata Jupri.

Dumani pun menyetujui pembongkaran itu demi menyelamatkan warung yang dirintisnya bersama Darino sejak 2008 lalu. Selain itu juga menyelamatkan barang-barang perabotan memasak serta dagangan di dalam warung.

Pada Jumat siang, Dumani dan sejumlah warga setempat bergotong-royong membongkar warung berukuran 4 x 5 meter yang berada di halaman rumah Japri. Menurut warga, Dumani dan Darino telah menjalin hubungan kekeluargaan yang baik dengan masyarakat sekitar. Baik untuk gotong-royong, rapat RT dan iuran rutinnya. “Sudah lama disini. Sehingga kami tidak tega jika warung itu nanti dibongkar paksa,” tambahnya.

Setelah pembongkaran warung selesai, seluruh barang diangkut ke rumah Darino di Desa Cluntang menggunakan mobil bak terbuka. “Tasyakuran itu sebenarnya hanya untuk syukuran warung kami yang sudah berumur tujuh tahun,” tambah Dumani kepada wartawan di rumahnya.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono menyatakan pembongkaran warung itu sudah melalui musyawarah mufakat dan kesepakatan bersama para warga, agar tidak timbul gejolak di masyarakat yang dapat menimbulkan kerugian. (mj)

Click to comment
To Top