Astaga……Kakek 50 Tahun, Perkosa Cucunya Sendiri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Astaga……Kakek 50 Tahun, Perkosa Cucunya Sendiri

FAJAR.CO.ID, SUNGGUMINASA--Caco Daeng Sese, 50 tahun, kini mendekam di sel Polres Gowa. Ia dilaporkan telah melakukan pemerkosaan terhadap cucunya sendiri yang baru berusia sembilan tahun.

Warga Dusun Giringgiring, Desa Kalase’rena, Kecamatan Bontonompo, Gowa ini, sebelumnya dilapor ke Polsek Bontonompo, Minggu, 18 Oktober. Hanya saja, pihak polsek melimpahkannnya ke Polres Gowa dengan alasan keamanan. Pihak keluarga bersama massa hendak menghakiminya sehingga diputuskan untuk diserahkan kepada Polres Gowa untuk menanganinya.

Korban yang baru duduk di bangku kelas tiga SD, awalnya mengeluh sakit di bagian alat vital. Setelah ditanya oleh orang tuanya, ia pun bercerita. Bocah tersebut mengaku telah ditindih oleh kakeknya dan dipaksa berhubungan badan. Saat itu, rumah sedang kosong dan ia bermain ke rumah kakeknya. Kebetulan sang bocah juga hendak buang air.

“Ibu korban menanyakan penyebab sakitnya, lalu korban menceritakan masalah yang menimpanya, telah diperkosa oleh Caco,” ujar Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gowa, AKP Muchammad Yunus Saputra, Selasa, 20 Oktober.

[NEXT-FAJAR]

Saat kejadian, pelaku yang sedang berada di rumah‎, langsung menutup pintu ketika sang bocah masuk. Di situlah dia memeluk dan meraba tubuh korban lalu berakhir dengan pemerkosaan. Polisi sendiri masih mengembangkan kasus ini. Caco sudah dijadikan tersangka. Sementara itu, hasil visum juga sementara ditunggu.

‎”Setelah melakukan aksinya, pelaku mengancam korban agar tidak buka mulut, pelaku kemudian ditahan di Polsek Bontonompo sebelum dilimpahkan ke sini,” imbuh Yunus. Antara rumah korban dan pelaku berdekatan. Mereka masih tetanggaan. Rumah keduanya saling berhadapan.

Kepada wartawan, Caco membantah telah melakukan pemerkosaan. Ia mengaku hanya memeluk dan mencubit paha putri dari ponakannya itu. Menurutnya, anak itu telah berbicara tidak benar karena diajari oleh orang tuanya. Ia bersikukuh tidak melakukan pemerkosaan. Mengenai luka pada alat kelamin, menurutnya, kemungkinan itu akibat eksem alias efek gatal-gatal.

“Tidak kuapa-apai, Pak. Ada yang ajarki itu bicara jadi bilang begitu (diperkosa). Tidak mungkin saya kasih begitu ki,” elak Caco. Dia kini terancam pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak‎ dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Ridwan Marzuki)

loading...
Click to comment
To Top