Seperti di Film, Begini Cara Lima Tahanan Kabur dari Penjara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Seperti di Film, Begini Cara Lima Tahanan Kabur dari Penjara

BATURAJA – Lima tahanan kasus narkoba kabur dari sel tahanan Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Senin (19/10) sekitar pukul 05.00 WIB.

Lima tahanan itu yakni, Zainudin alias Udin (34) warga Jln. Kamal Lr. Muslimin RT 14/ 06 Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Timur; Edi Saputra alias Warok (29) warga Jln. Karang Anyar II, RT 02 Dusun 7, Desa Tanjung Baru, Baturaja Timur.

Selanjutnya, Yohanes alias Anes (29) warga Jln. R A Hanan Lrg. Pelangi, Kelurahan Kemelaraja, Baturaja Timur ; Ryan Kharismansyah (29) warga Jln. Cut Nyak Dien RT 07/3, Kelurahan Kemalaraja, Baturaja Timur, dan Ellyanto warga Jln. Let Tukiran RT 05 Kelurahan Talang Jawa, Baturaja Barat.

“Sekitar pukul 04.00 WIB petugas sempat melakukan pengecekan dan lengkap. Kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB petugas kembali melakukan pengecekan, ternyata lima tahanan sudah kabur.  Mereka semuanya tahanan kasus narkoba,” kata Kapolres OKU, AKBP Dover Christian Lumban Gaol SIk melalui Wakapolres Kompol Heri Wibowo SIk didampingi Kabag Ops, Kompol MP Nasution SH MH, Senin (19/10).

Majaran Polres OKU langsung melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan Polsek jajaran. Hasilnya, sekitar pukul 12.00 WIB, Ryan Kharismansyah ditangkap di Desa Pusar, saat menunggu jemputan untuk pulang ke rumah. Kakinya ditembak lantaran mencoba kabur saat ditangkap.

Dijelaskannya bahwa  tahanan diduga keluar dengan memotong besi terali dan plat baja tahanan menggunakan gergaji besi dan tang. “Setelah salah satu terali terpotong, mereka kemudian kabur. Dari 6 tahanan, lima diantaranya kabur. Sedang satu tahanan masih ada. Tahanan yang kabur rata-rata ancaman hukumannya empat tahun penjara,” sambungnya.

Barang bukti yang diamankan berupa potongan kain, besi potongan pentilasi dan sebuah tang. Polisi juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap lima petugas jaga. Serta mendalami orang yang terakhir membesuk para tahanan kabur.

“Kami periksa lima petugas jaga, apakah ada kelalaian atau unsur kesengajaan.  Kelalaian dia tidur atau seperti apa. Unsur kesengajaan apakah turut membantu. Termasuk saksi tahanan yang tidak kabur juga diperiksa,” ungkapnya.

Sebenarnyan, imbuhnya, sesuai aturan, setiap orang yang membesuk tahanan harus diperiksa. Baik makanan atau lainnya. “Soal CCTV sekarang lagi dipesan. Dugaan sementara, tahanan kabur lewat belakang tanpa pagar dan langsung ke hutan. Kami menghimbau kepada masyarakat jika melihat tahanan agar melapor ke polisi. Tahanan kami minta untuk menyerahkan diri,” tambahnya.

Terpisah, Ryan, salah satu tahnan yang ditangkap, mengaku hendak pulang ke rumah usai kabur, namun keburu ditangkap. “Aku ditangkap saat nak nyeberang sungai. Nunggu jemputan. Sudah nelepon keluargo suruh jemput di Pusar. Handphone itu dibawa keluarga besuk beberapa hari sebelum kabur,” ujar Ryan.

Dirinya mengakui awalnya tidak bermaksud kabur. Tapi, melihat kesempatan dan diajak rekan lainnya, dirinya turut kabur dari tahanan. Ia paling terakhir keluar dari sel tahanan lewat terali atas yang sudah dipotong menggunakan gergaji besi yang diantar keluarga salah satu tahanan.

“Motong besinya ramai-ramai. Turunnyo make baju kami diiket-iket. Awalnyo idak nak kabur, tapi diajak kawan-kawan laju nurut. Aku paling terakhir keluar dari tahanan itu. Yang lain idak tahu. Sebab, sudah keluar itu, kami kabur dewek-dewek,” pungkasnya. (Gsm/gti/sam/jpnn)


 

loading...
Click to comment
To Top