Dorongan Hati, Warga Ubah Kafe Jadi Branding AIS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dorongan Hati, Warga Ubah Kafe Jadi Branding AIS

FAJAR.CO.ID, BARRU — “Simpan saya di hati ta, dan saya akan simpanki di hatiku.” Kalimat yang keluar dari bibir Andi Idris Syukur saat menjadi Bupati Barru 2010-2015 tampaknya begitu berkesan bagi warga di Jalan Pahlawan, Hasbawati, 48 tahun.

Kalimat yang sarat makna dan pesan itu benar-benar menyentuh perasaan ibu tujuh anak hingga ikhlas menyatakan dukungan ke Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) di pilkada Barru.

Dorongan hati dari dalam tak mampu dibendungnya untuk berada dibarisan pasangan nomor urut 3 itu. Sebagai bentuk dukungan dan kecintaannya, Hasbawati rela “menyulap” gardu jualannya yang berukuran 3×2 meter dengan branding Idris-Suardi yang kalimat atau tulisannya ia pesan sendiri.

Tak sekadar branding semata, menu minuman yang disediakan perempuan yang memiliki enam saudara itu, juga diubah dengan beragam sebutan. Seperti AIS campur, AIS bubble, dan pop AIS.

 

[NEXT-FAJAR]

Menu itu terpajang di bagian depan gardunya. Bukan hanya itu, panggung berukuran sedang yang terletak disamping gardunya atau di depan rumah pribadinya juga dipasangkan gambar Andi Idris Syukur plus angka 3 atau nomor urut kandidat usungan tujuh partai politik tersebut.

Saat berbincang lepas, Hasbawati yang sore itu ditemani beberapa anaknya, mengaku, sangat bangga mendukung AIS. Selain terkesan dengan ucapan Idris, pasangan ini juga mencerminkan sebagai figur yang benar-benar merakyat.

“Saya tidak bisa membohongi kata hati, kalau sangat menginginkan Pak Idris memimpin kembali Barru. Beliau saya anggap sebagai orang Bugis yang benar-benar menghargai orang,” ujar Hasbawati, Rabu 21 Oktober.

Hasbawati menuturkan, dorongan hati mendukung Idris-Suardi, membuatnya terpanggil untuk ikut menyosialisasikan pasangan ini ke keluarganya. “Macenning metto atikku dukungi alena Puang Idris. Dan alhamdulillah, keluargaku juga mendukung beliau,” tambah Hasbawati sembari menghidangkan “Pop AIS” ke Juru Bicara AIS, Arif Saleh.

 

[NEXT-FAJAR]

Selama sekitar satu jam berbincang akrab di teras kediaman pribadinya, Hasbawati juga banyak menceritakan kesannya saat memutuskan membranding “cafe” mininya dengan gambar dan tulisan Idris-Suardi.

Seperti diisukan dibiayai atau diberikan uang khusus. “Gardu saya ini sudah sejak dulu saya buat untuk mencari pendapatan tambahan. Tapi baru saya pasangkan branding AIS, sejak beliau (Idris) ditetapkan sebagai kandidat. Semua kalimat dan tulisan menunya merupakan inisiatif saya sendiri,” urainya.

Saat ditanya apa keinginannya jika Idris-Suardi terpilih? Hasbawati diam dan tertunduk sejenak seakan berusaha menahan air matanya tidak tumpah, ketika mendengar nama Idris Syukur disebut.

“Saya tidak berharap banyak. Hanya satu harapan saya, semoga masyarakat Barru memberikan kepercayaan kembali ke Pak Idris. Beliau banyak memberi kemajuan, dan santun terhadap rakyatnya,” harapnya.

 

[NEXT-FAJAR]

Selain itu, Hasbawati juga berusaha tidak terpancing jika ada kubu kandidat tertentu yang dimulutnya hanya piawai menceritakan kejelekan orang lain yang seolah-olah mereka tidak punya kejelekan. “Buat apa kita dipimpin kalau kasar jika berbicara, dan menganggap rendah semua masyarakat,” imbaunya. (rilis)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top