Eksplorasi Blok Masela: Untung Mana, Kilang di Laut atau di Darat? Ini Komentar DPR – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Eksplorasi Blok Masela: Untung Mana, Kilang di Laut atau di Darat? Ini Komentar DPR

Fajar.co.id- Polemik pembangunan infrastruktur kilang gas alam cair (LNG) di Masela, Provinsi Maluku terus bergulir. Pemerintah berencana melakukan pembangunan secara floating LNG atau pembangunan gas alam di laut (off shore) berdarkan evaluasi Shell dan INPEX. Disisi lain Menko Bidang Kemaritiman dan Suber Daya Rizal Ramli mengsulkan pembangunan di darat.

Mengenai pilihan dua model tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI, Mercy Barends mengatakan masing-masing opsi harus mengacu pada sisi efisenasi dan multiplayer effect. Apakah itu di darat atau di laut (FLNG), perlu didikung oleh data feasibility study yang tuntas.

“Saya ingin semua opsi dibicarakan dengan terbuka, diangkat ke permukaan dengan pendekatan-pendekatan yang obektif dari sisi teknikal dan feasibility study. Termasuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat disektor hilirisasi,” terang Mercy di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurutnya, kedua skenario tersebut harus mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat Maluku. Dari sisi anggaran negara misalkan, perlu melihat efisiensi produktifitas biaya operasional, karena jika menggunakan pendekatan on shore (kilang di darat), maka membutukan infrastrur ekstra, seperti pipanisasi yang panjangnya hingga ratusan kilometer. Ini membutuhkan biaya.

Demikian juga di laut atau off shore, ada plus minusnya. Karena infrastruktur seperti ini tidak akan banyak menyerap tenaga kerja dan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.

“Namun intinya, kami terbuka menerima semua masukan objektif. Termasuk juga ke masyarakat Maluku, harus dibicarakan dengan pihak-pihak yang relevan seperti pemerintah daerah, DPRD serta kami DPR RI sebagai perwakilan masyarakat Maluku,” ujar Mercy.

Dikatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan satupun data feasibility study dengan hitungan-hitungan teknikalnya.

“Meskipun pemerintah telah memiliki data evaluasi dari INPEX dan Shell namun data pendukungnya belum ada. Ini yang belum kita peroleh,” singkat Mercy. (iqi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top