Gerindra Sulsel Tegur Keras Ketua DPC Barru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Gerindra Sulsel Tegur Keras Ketua DPC Barru

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Partai Gerindra mulai gerah dengan ulah Ketua DPC Gerindra Barru, Andi Amin yang hingga saat ini belum menjalankan keputusan partai, mendukung pasangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) dalam pilkada 9 Desember 2015 mendatang.

Puncak kekesalan Gerindra ditunjukkan setelah Andi Amin ketahuan memimpin orasi di aksi unjuk rasa di kantor Camat Soppeng Riaja yang meminta pegawai neger sipil (PNS) tidak mendukung Idris-Suardi.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung memperingati keras Amin. Bahkan mantan Bupati Enrekang dua periode itu, meminta yang bersangkutan segera mundur jika tidak mau menjalankan perintah partai.

“Saya sudah tegur aksinya yang tidak etis itu. Walau aksinya itu tidak membawa simbol partai, namun tetap saja mencoreng nama Gerindra,” tegas La Tinro via rilis tertulisnya, Rabu 21 Oktober.

 

[NEXT-FAJAR]

Atas tindakan Amin tersebut, La Tinro tak segan “mengusir” Amin dari Gerindra karena dianggap hanya merugikan partai jika terus membangkang. Putusan DPP Gerindra wajib diikuti semua pengurus dan kader, terutama Amin sebagai ketua.

“Saya telepon langsung dia. Saya tanya, sebaiknya anda mundur jika tidak mampu menjadi ketua. Namun dia langsung minta maaf dan berjanji tidak melakukan lagi hal-hal seperti itu“ katanya.

Sehari sebelumnya, Amin yang sejak dulu tidak menjalankan keputusan partai ikut berunjuk rasa dan berorasi di kantor Camat Soppeng Riaja bersama puluhan orang. Mereka meminta aparatur pemerintah tidak mendukung kandidat tertentu.

Tak hanya itu, Amin berserta pengunjukrasa lainnya mendesak ingin bertemu penjabat Bupati Barru Andi Muh Yamin. Hanya saja, permintaannya tidak dipenuhi sehingga hanya diterima Camat Soppeng Riaja, Charlie.

 

[NEXT-FAJAR]

Aktivis kepemudaan, Syaiful menilai, sikap yang ditunjukkan Amin tidak layak ditiru mengingat sebagai seorang ketua partai sudah menjadi tanggung jawab harus mengamankan dan menjalankan apapun keputusan partai.

“Sikap seperti itu tidak menunjukkan kedewasaan berpolitik. Seharusnya gentlemen mengakui dan menjalankan keputusan partainya, meski secara personal ada kandidat lain yang dulunya dia inginkan.

Tapi ini konsekuensi dalam berpolitik dan berpartai, bahwa jangan hanya ego pribadi diutamakan, melainkan menghargai keputusan partai,” tandasnya. (rilis)

 

loading...
Click to comment
To Top