Ketua DPRD Bulukumba Berpeluang Plt Golkar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Ketua DPRD Bulukumba Berpeluang Plt Golkar

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, H Andi Hamzah Pangki diwacanakan sebagai kandidat terkuat menjabat pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD II Partai Golkar Bulukumba, versi Aburizal Bakri pasca mundurnya H Zainuddin Hasan.

Itu dikuatkan sebelum H Zainuddin Hasan, menyerahkan surat pengunduran dirinya ke DPD I Golkar Sulsel, ia juga telah bersurat agar pelaksana tugas (Plt) adalah H Andi Hamzah Pangki, yang merupakan Ketua DPRD Bulukumba.

Kepada FAJAR, H Andi Hamzah Pangki mengatakan, ia akan tetap menunggu keputusan dari DPD I terkait penunjukan Plt. Sementara dengan mundurnya H Zainuddin Hasan, dianggap tidak mengganggu mesin partai di Pemilukada yang mendukung Kahar Muslim-Andi Sabri Mustari.

“Kan Pak Zainuddin, masuk struktural pemenangan dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kahar-Sabri. Jadi saya pikir ini tidak akan menganggu. Terkait saya di dorong Pak Zainuddin jadi Plt, saya apresiasi mungkin beliau punya pertimbangan khusus,” ujarnya, Rabu 21 Oktober.

Menurutnya, keputusan mundurnya H Zainuddin Hasan, selain ingin beristrahat dan fokus di pemerintahan disisa masa jabatannya selaku Bupati Bulukumba, juga karena ingin fokus pada Pemilukada di Gorontalo, dimana dua putranya akan bertarung. “Saya dengar mau fokus juga di Pilgub Gorontalo,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Golkar Bulukumba sekaligus Ketua Golkar Agung Laksono H Tabri mengaku, keputusan H Zainuddin Hasan yang mundur sebagai ketua partai adalah keputusan yang kontroversial. Meski begitu dirinya tetap menghormati keputusan Zainuddin Hasan. Hanya saja dia berharap kondisi tersebut tak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

Dijelaskanya, salah satu alasan Zainuddin Hasan mundur, karena ingin mengatur kekuatan untuk menjadi Ketua DPD I Golkar Gorontalo, selain itu karena dia menilai Zainuddin merupakan politisi ulung dan senior yang mampu memahami kondisi politik yang ada.

“Mundur karena beliau (Zainuddin Hasan) tau kalau ARB akan kalah nantinya sama Agung Laksono, makanya sekarang saya bantu komunikasi dengan DPP. Itulah kehabatan Pak Zainuddin, tingkat intelegensi dan feeling politiknya patut diajungi jempol,” pujinya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap menunggu keputusan akhir yang bersifat mengikat apakah pengunduran diri Zainuddin Hasan bisa diterima atau tidak. “Jadi sebenarnya dia tidak keluar dari Golkar, cuma istirahat sejenak untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi di partai yang sama,” katanya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
To Top