MIRIS!!! Pelajar Korban Pembacokan Sekarat, Dokter dan Perawat Malah Sibuk Selfie – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

MIRIS!!! Pelajar Korban Pembacokan Sekarat, Dokter dan Perawat Malah Sibuk Selfie

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Entah apa yang ada dalam pikiran dokter dan para perawat di RSUD Palagimata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. Disaat korban tengah kesakitan dan harus secepat mungkin mendapat pertolongan, justru dokter dan para perawat ini sibuk berfoto selfie didepan korban pembacokan sambil tersenyum riang. Sejurus kemudian, foto ini pun mulai tersebar di media sosial dan mendapat kritikan dari warga dunia maya.

Apalagi korban tersebut sangat membutuhkan pertolongan medis. Alih-alih fokus pada pekerjaan mereka, justru sikap seolah-olah tengah bercanda ditunjukkan oleh para tenaga medis ini.

Tampak dalam foto tersebut dokter laki-laki berkacamata tampak sumringah. Tak mau kalah, perawat disampingnya juga melontarkan senyum manisnya. Sementara perawat pria nampak tersenyum sambil menjulurkan lidanya. Tampak juga perawat dibelakang memakai jilbab berpose sambil mengangkat dua jarinya. Dokter dan para perawat ini tampak girang menghadap kamera tanpa peduli pasien sedang kesakitan.

Untuk diketahui, korban tersebut adalah dua orang pelajar SMP Negeri 3 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Ardi (12) dan Mento (12). Mereka menjadi korban pembacokan oleh dua orang pengendara motor menggunakan parang saat hendak pulang sekolah.

Keduanya kini tengah mendapat perawatan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Palagimata Kota Baubau. Ardi mengalami luka cukup serius dibagian kepala dan tangan. Kulit kepala Ardi terkelupas akibat sabetan parang sehingga mengalami pendarahan dan harus menjalani operasi.

Kondisi serupa juga dialami Mento. Namun, Mento saat itu sempat menghindar dan menangkis ayunan parang para pelaku. Alhasil, jari tangan Mento nyaris putus. [baca juga: Ini Komentar Kepala RSUD Baubau Soal Foto Anak Buahnya Saat Operasi]

Kejadian tersebut bermula ketika Ardi dan Mento bersama kawan-kawannya yang lain hendak pulang kerumah masing-masing setelah aktifitas disekolah berakhir. Namun, tak jauh dari gerbang sekolah, tiba-tiba dua pengendara motor secara membabi buta menyerang para pelajar dengan menggunakan parang. Setelah menjalankan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Kasus ini kini tengah didalami oleh aparat Polsek Murhum. Motif dari kasus tersebut juga belum diketahui karena para pelaku belum tertangkap. Kedua korban yang merupakan warga Kelurahan Lipu belum bisa dimintai keterangan karena harus menjalani perawatan intensif. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top