Aksi Foto Bareng Dokter dan Perawat saat Tangani Korban Pembacokan Dikecam Netizen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Aksi Foto Bareng Dokter dan Perawat saat Tangani Korban Pembacokan Dikecam Netizen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Aksi foto bareng yang dilakukan oleh tujuh orang tenaga medis di RSUD Palagimata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat kecaman dari para pengguna sosial media (netizen). Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/10) di ruang UGD rumah sakit tersebut.

Dalam foto tersebut terlihat dokter dan para perawat tengah berpose “bahagia” ketika sedang menangani pasien pembacokan yang merupakan pelajar SMP Negeri 3 Baubau. Tampak jelas senyum sumringah dari dokter dan para perawat, sementara pasien tampak memprihatinkan dengan kondisi berlumuran darah di baju seragam yang dikenakannya.

Kepala RSUD dan Kadisnya harus tindak tegas orang2 dalam foto itu. Benar2 tidak professional,” kata akun Erwin Usman menanggapi beredarnya aksi foto bareng dokter dan para perawat di media sosial.

Cocokx kata utk mereka lukamu sukaku sembuhmu dukaku berhati2lah!!!,” komentar dari akun bernama Ranti Rajawanti.

Ini harus dipidana. Membiarkan nyawa orang lain terancam,” timpal akun La Rikal.

Dari gambar keliatan mereka seperti sedang menganggap kalo tindakan medis itu sesuatu yg main2. Menyedihkan. Padahal dalam menjalankan tugasnya, bagi dokter dan tenaga medis berlaku asas Aegroti Salus Lex Suprema, yang berarti keselamatan pasien adalah hukum yang tertinggi (yang utama). Semoga kedepan tidak terulang,” jelas akun Rendy Saputra.

Sementara akun milik La Ode YS memposting foto tersebut yang dijadikan meme yang bertuliskan “PASIEN SEKARAT… BIASA KELES… SELFIE DULU KITEE…”

Tidak sedikit juga dari komentar-komentar para netizen yang meminta agar dokter dan para perawat tersebut untuk dipecat karena dianggap telah melanggar kode etik dan tidak terlalu mementingkan kondisi sang pasien.

[NEXT-FAJAR]

Aksi foto bareng ini pun sudah dikonfirmasi ke Direktur RSUD Palagimata, dr. Hasmuddin. Dirinya tidak menampik foto tersebut diambil di rumah sakit yang dia pimpin.

Dijelaskan, di dalam foto tersebut memang benar ada dokter, perawat dan pasien. Namun Hasmudin membantah foto yang sudah beredar luas di media sosial itu adalah aksi selfie.

[baca juga: MIRIS!!! Pelajar Korban Pembacokan Sekarat, Dokter dan Perawat Malah Sibuk Selfie]

[baca juga: Ini Komentar Kepala RSUD Baubau Soal Foto Anak Buahnya Saat Operasi]

“Gambar tersebut bukan foto selfie,” tegas Hasmudin kepada Buton Pos (Fajar Grup), Rabu (21/10) malam.

Dia menjelaskan, foto itu diambil oleh salah seorang rekan paramedis. Sebelum pengambilan gambar, salah seorang dari pegawai rumah sakit yang membawa kamera minta untuk mengabadikan peristiwa tersebut.

“Sebab saat itu kondisinya ada rekan mereka yang tiba-tiba minta untuk membidik kejadian tersebut menggunakan kamera, dan hal tersebut tanpa rekayasa,” katanya.

Untuk diketahui, pasien adalah merupakan dua pelajar SMP Negeri 3 Baubau, Ardi (12) dan Mento (12) yang merupakan warga kelurahan Lipu. Keduanya saat pulang sekolah dibacok oleh orang tak dikenal dengan mengendarai kendaraan bermotor. Tanpa banyak tanya, pelaku langsung membabi buta menyerang kedua korban dengan menggunakan parang.

Akibat serangan itu, Ardi mengalami luka cukup serius pada bagian kepala. Kulit kepalanya terkelupas akibat terkena sabetan parang. Begitu juga dengan Mento yang saat ditebas sempat menangkis hingga membuat jari tangannya nyaris putus. Kejadian ini kini tengah ditangani oleh Polsek Murhum. (hrm/jpnn)

 

loading...
Click to comment
To Top