Karena Buku ini Saya Seolah Terlahir Kembali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Karena Buku ini Saya Seolah Terlahir Kembali

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Peluncuran Buku yang bertajuk Husain Syam dalam Ragam Perspektif yang ditulis oleh Prof Husain Syam, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) disunting oleh Prof Anshari dan Dr Sualiman Samad digelar di Ruang Teater Gedung Menara Pinisi, Kamis, 22 Oktober.

Diawali oleh puisi oleh Asia Ramli Prapanca dengan judul  Mencari Kebenaran Sosok Seorang Pemimpin yang memukau sivitas akademika UNM dan undangan lainnya. Selain sivitas akademika, yang hadir dalam peluncuran buku ini, Selain Rektor UNM Prof Arismunandar, mantan Rektor IKIP Ujungpandang Paturungi Parawansyah dan Prof Syahruddin Kaseng turut hadir dalam pergelaran ini.

Peluncuran Buku ini dihadiri oleh pembahas dari Dosen Unhas sekaligus kolumnis Harian FAJAR, Drs. Ishak Ngeljaratan, MS dan pembahas lainnya yaitu Dosen Filsafat UIN Alauddin juga Kolumnis Harian Fajar, Dr Moh Sabri AR, dengan penanggap Prof Herminarto Sofyan, Prof Ganefri, Dr Eng Agus Setiawan, Prof Andi Agustang dan yang di moderatori oleh Drs Uslimin M.Pd yang menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Harian FAJAR.

Prof Husain Syam menjelaskan bahwa karya ini sudah diinginkan semalam dua tahun. Menurutnya karya ini adalah karya maha angung olehnya yang ingin mewujudkan dengan menginspirasi dan memberikan manfaat banyak orang dalam berbagi pengalaman hidupnya. Dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam pikirannya cara untuk mewujudkannya sebagai seorang akademisi buku adalah karya maha agung bahwa dia berkeyakinan cara yang tepat menyalurkan buku ini.

[NEXT-FAJAR]
“Renungan saya berlanjut dan makin mendalam perasaan. saya tiba di sebuah persimpangan, buku seperti apa yang bisa memberi ispirasi dan kemanfaatan untuk orang lain . penjelahanpun saya teruskan dengan membaca literatur, mengakses beberapa sumber informasi, intensifkan komunikasi dan interaksi dengan teman – teman. Akhirnya, dalam pengembaraan ini saya bertemu satu titik yaitu buku riwayat hidup. Ditulis oleh orang lain dengan gaya testimoni yang saya temukan dalam persimpangan, hasil pengembaraan saya beri kesadaran bahwa menceritakan diri saya memberikan kadar subjektifitas sangat tinggi mendorong sikap pria, kesombongan dan mengarah ke perilaku lebai istilah rektor ke saya,” jelasnya.

Rektor UNM Prof Arismunandar mengharapkan UNM harusnya sering muncukan karya seperti ini. Walaupun bukan hanya buku tapi karya lainnya. Dia sendiri juga ingin membuat buku riwayat seperti ini sejak lima tahun yang lalu. “Seharusnya buku ini menjadi patokan kepada generasi kita. Sehingga akan cucu kita tahu siapa diri kita. Buku ini tempat mewariskan pesan untuk menunjukkan generasi yang merupakan sosok dari sesorang yang memiliki nilai kehidupan dari masa sebelumnya,” ujarnya. (aks)

Click to comment
To Top