Kepala RSUD Palagimata: Foto Tim Medis bersama Pasien Pembacokan Sesuai Prosedur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

Kepala RSUD Palagimata: Foto Tim Medis bersama Pasien Pembacokan Sesuai Prosedur

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dr. Hasmuddin menegaskan tidak ada yang salah dengan foto yang dilakukan oleh tim medis dengan pasien korban pembacokan yang sempat menghebohkan jagat dunia maya.

Ketika dikonfirmasi wartawan Fajar Online, dr. Hasmuddin baru saja selesai melakukan operasi terhadap pasien. Hasmuddin tidak mengelak foto tersebut terjadi di instansi yang dipimpinnya, hanya saja, dirnya membantah kalau foto itu adalah foto selfie. Menurutnya, apa yang dilakukan para tim medis sudah sesuai dengan prosedur penindakan pasien.

“Maaf saya baru selesai op (operasi, red), saya bisa konfirmasi bahwa tidak benar itu foto selfie. Pasien sudah selesai ditindaki dan tidak ada masalah dengan prosedur tindakan pasien. Menurut info dari salah seorang dokter yang tugas bahwa foto tersebut diambil setelah selesai melakukan tindakan dan bukan selfie,” kata Hasmuddin melalui pesan singkatnya, Kamis (22/10).

Ditanya apakah aktifitas foto bersama pasien atau foto saat melakukan tindakan terhadap pasien sudah menjadi prosedur rumah sakit? Hasmuddin membantah hal itu.

“Bukan menjadi prosedur (foto bareng pasien) rumah sakit  tetapi mungkin secara tiba-tiba saja dilakukan. Namun, dilakukan (foto) setelah selesai semua tindakan. Sekali lagi bukan selfie. Mungkin ada orang yang sengaja ambil gambar. Foto biasanya untuk kepentingan visum,” tandas Hasmuddin.

[baca juga: MIRIS!!! Pelajar Korban Pembacokan Sekarat, Dokter dan Perawat Malah Sibuk Selfie]

[baca juga: Ini Komentar Kepala RSUD Baubau Soal Foto Anak Buahnya Saat Operasi]

[baca juga: Aksi Foto Bareng Dokter dan Perawat saat Tangani Korban Pembacokan Dikecam Netizen]

Untuk diketahui, pasien adalah merupakan dua pelajar SMP Negeri 3 Baubau, Ardi (12) dan Mento (12) yang merupakan warga kelurahan Lipu. Keduanya saat pulang sekolah dibacok oleh orang tak dikenal dengan mengendarai kendaraan bermotor. Tanpa banyak tanya, pelaku langsung membabi buta menyerang kedua korban dengan menggunakan parang.

Akibat serangan itu, Ardi mengalami luka cukup serius pada bagian kepala. Kulit kepalanya terkelupas akibat terkena sabetan parang. Begitu juga dengan Mento yang saat ditebas sempat menangkis hingga membuat jari tangannya nyaris putus. Kejadian ini kini tengah ditangani oleh Polsek Murhum. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top