Pengembangan Sistem Transportasi Masih Jadul – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Pengembangan Sistem Transportasi Masih Jadul

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendekatan pengembangan sistem transportasi nasional dan wilayah masih berdasarkan penyediaan jasa transportasi untuk masing-masing moda dan tidak berdasarkan kebutuhan perpindahan orang dan barang dari tempat asal ke tempat tujuan. Sejatinya pendekatannya sesuai kebutuhan dan perpindahan, sehingga pendekatan ini tidak terintegrasi dan tidak efisien.

“Pengembangan sistem transportasi bersifat individual per moda dan belum ada rencana transportasi baik di tingkat nasional dan wilayah secara menyeluruh dalam satu produk hukum yang mengikat semua pemangku kepentingan. Akibatnya tidak jelas arah, instansi jalan sendiri-sendiri,’’ kata Suripno dalam Focus Group Discussion (FGD) Studi Strategi Perwujudan dan Regulasi Sistem Transportasi Nasional (Sistranas)  di Universitas Hasanuddin, Kamis 22 Oktober. Kegiatan ini digelar Kementerian Perhubungan RI dengan Unhas.

Khusus transportasi perkotaan, pendekatannya masih berdasarkan penyediaan jasa transportasi untuk masing-masing moda tidak berdasarkan kebutuhan perpindahan orang/barang dari tempat asal ke tempat tujuan. Seharusnya, pendekatan kebutuhan perpindahan, sehingga konsekuensi pendekatan ini transportasi tidak terintegrasi dan tidak efisien.

“Cakupan transportasi pun terbatas pada wilayah administrative (bukan kawasan perkotaan),” lanjut Suripno dalam makalahnya berjudul ‘’Perlunya RUU Sistranas untuk Mewujudkan Transportasi yang Teintegrasi Efektif dan Efisien”.

Dia mengatakan, belum ada kebijakan yang mengatur peran moda transportasi dalam satu scenario pada setiap koridor. Juga, masih dominasi penggunaan kendaraan pribadi. Khusus di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) berlangsung transportasi perkotaan yang bersifat anglomerasi nasional dan provinsi (misalnya Gerbang Kertosususilo) pembinaannya dilakukan secara parsial oleh masing-masing daerah sesuai wewenangnya. (iad)

loading...
Click to comment
To Top